Sunday, 21 October 2018

Mantan PM Thailand Yingluck Shinawatra Divonis Penjara

Rabu, 27 September 2017 — 21:05 WIB
Mantan Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra

Mantan Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra

THAILAND- Mantan Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra, dijatuhi hukuman penjara selama lima tahun karena keterlibatannya dalam skema subsidi beras yang diberlakukan di masa pemerintahannya.

Vonis dijatuhkan Mahkamah Agung Thailand, Rabu (27/09), tanpa kehadiran Yingluck, sebab ia sudah melarikan diri ke luar negeri bulan lalu, sebelum kasusnya diputus. Ia diperkirakan tinggal di Dubai bersama dengan kakaknya, juga mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra.

Yingluck dilengserkan tahun 2014, sebelum militer mengambil alih kekuasaan melalui kudeta.

Dalam kasus subsidi beras, Mahkamah Agung menyatakan Yingluck bersalah karena terbukti melakukan salah urus skema subsidi yang disebutkan merugikan negara setidaknya US$8 miliar atau sekitar Rp108 triliun.

Dalam sidang sebelumnya, Yingluck berpendapat bahwa ia tidak bertanggung jawab setiap hari atas urusan skema subsidi. Ia menegaskan bahwa ia adalah korban persekusi politik.

Skema subsidi beras

-.Skema subsidi beras merupakan bagian dari janji kampanye Yingluck dan diluncurkan tak lama setelah ia menjabat perdana menteri pada tahun 2011.

-.Untuk mengentaskan kemiskinan, pemerintah membeli beras dari petani hampir dua kali lebih mahal dibanding harga pasar.

-.Skema ini memukul ekspor beras dari Thailand yang menyebabkan kerugian negara. Pemerintah militer yang berkuasa setelah Yingluck mengklaim kerugian mencapai US$8 miliar atau setara dengan Rp108 triliun.

Meskipun populer di kalangan pendukungnya di kawasan pedesaan, skema tersebut terlalu mahal dan terbuka untuk dikorupsi, menurut para penentangnya.

Ia dan kakaknya, Thaksin Shinawatra, masih populer di kalangan pedesaan tetapi ditentang oleh elit kelas menengah dan warga perkotaan.

Yingluck terjun ke dunia politik setelah Thaksin dijatuhi hukuman dalam kasus korupi pada tahun 2008 dan dianggap sebagai kepanjangan tangan kakaknya. (BBC)