Monday, 11 December 2017

Dituduh Terlibat Kasus First Travel

Syahrini: Nauzubillahi Min Zalik, Saya Tidak Pernah Memakan Uang Jemaah

Rabu, 27 September 2017 — 15:39 WIB
Syahrini usai pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri. (dok/yendhi)

Syahrini usai pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri. (dok/yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) – Menjalani pemeriksaan lebih dari dua jam oleh penyidik Bareskrim Polri Syahrini membantah ikut menikmati uang dari calon jamaah haji First Travel.

Bagitu keluar dari ruang penyidik, pelantun lagu `Maju Mundur Cantik` itu dengan lantang membantah jika keberangkatan dirinya bersama keluarga ke Tanah Suci di biayai oleh First Travel.

“Apa yang ditanyakan penyidik terkait kasus ini adalah sudah saya jawab dengan jelas bahwa sanya tidak dapat yang namanya seperti diberitakan media cetak maupun elektronik selama ini kalau keberangkatan umrah saya di endorse,” kata mantan pasangan duet Anang Hermansyah itu di gedung KKP, Bareskrim Polri, Rabu, (27/9/2017).

Menurutnya, semua keluarga kecuali dirinya membayar full biaya keberangkatan umrah tersebut. Terhadap First Travel Syahrini hanya bekerjasama dengan cara memposting foto dalam akun media sosial resminya kemudian akan mendapatkan diskon sebesar 50 persen.

“Semuanya keluarga saya membayar secara resmi kepada First Travel kemudian juga sistem kami adalah kerjasama dan saya keliling dunia tidak pernah di endorse apalagi urusan ibadah masa saya di endorse,” katanya.

“Bentuk kerjasamanya adalah pasti di diskon dengan saya harus memposting satu kali setiap harinya ketika saya di mekkah, ketika saya di Madinah dan di Istambul,” imbuhnya dengan nada kemayu-nya.

Dengan tegas penyanyi bertubuh mungil itu mengatakan bahwa tidak pernah terlibat dalam penipuan dan penggelapan uang jamaah First Travel.

“Sekali lagi nauzubillah min zalik, saya tidak pernah memakan uang jamaah apabila saya mengetahui First Travel ini adalah yang sering memainkan uang jamaah naudzubillah min zalik tidak mungkin saya kerjasama dengan First Travel ini,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Aisyahrani, adik kandung Syahrini sekaligus manajernya membantah jika keluarganya yang berangkat umrah sebanyak 18 orang melainkan 12 orang termasuk dirinya dan anak-anaknya.

“Dan satu hal, yang berangkat itu bukan 18 keluarga saya itu 12 orang sebagian lagi yang lima orang tim dari First Travel sendiri bukan dari pihak saya. Jadi keluarga saya yang berangkat 12 orang termasuk anak-anak saya,” tegasnya.

Dalam kasus penggelapan dan penipuan uang jamaah Firs Travel, Polisi menetapkan Andika dan Anniesa yang menjabat sebagai direktur utama dan direktur PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel sebagai tersangka. Pasangan suami istri ini tangkap pada Kamis 9 Agustus 2017 lalu setelah polisi mendapat laporan agen dan calon jemaah adanya dugaan penipuan.

Setelah melalui penyelidikan, polisi juga menetapkan satu tersangka baru atas kasus dugaan penipuan oleh First Travel. Tersangka yakni Kiki Hasibuan yang merupakan Komisaris dan Manager Keuangan dari perusahaan biro jasa haji dan umrah tersebut.

Kepolisian pun menjerat ketiganya dengan Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP soal Penggelapan dan Penipuan. Keduanya juga dikenakan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

(yendhi/sir)