Wednesday, 21 November 2018

Nasihat Dunia Akhirat

Jumat, 29 September 2017 — 7:04 WIB
jumatan

BANGUNLAH dunia ini seolah-olah engkau akan hidup terus selamanya, dan beribadahlah, seakan-akan engkau akan mati esok hari. Begitu kata Nabi. Artinya, manusia harus memperlakukan dunia dan akhirat secara seimbang.

Tapi, yang terjadi kan nggak begitu? Orang, lebih banyak mengejar dunia. Lihat saja, berapa banyak orang yang membangun dan menumpuk hartanya tinggi-tinggi. Ibarat kata, sudah mencapai setinggi gunung pun masih ingin menambah terus dan terus.

Jadi keseimbangan yang diperintahkan diabaikan. Malah, lebih mentingkan dunia, sementara akhirat dilupakan. Bukan sekadar melupakan, tapi malah menambah dosa, seperti sebagian orang yang mengeruk kekayaan dengan cara tak terpuji.

Ada yang menipu. Lihat penipuan besar-besaran pada orang yang ingin ibadah umroh. Ribuan umat ditipu mentah-mentah? Ada yang merampok, hampir setiap hari warga dirampok dan dilukai penjahat? Ada yang korupsi? Ya, ini juga aneh, para pejabat seperti berlomba jadi koruptor?
Ya, kalau sudah begitu, apakah akan ingat akhirat? Lah, cara mencari nafkahnya saja sudah bertentangan dengan yang diajarkan agama?

Setiap hari umur kita bekurang, tapi acuh bae beh. Sementara ketika harta berkurang sebegitu panik dan repotnya. Padahal harta sebanyak apapun, apalagi nggak halal bakalan menuai derita.

Ini sebenarnya nasihat bagi semua orang, jangan sampai menyia-nyiakan waktunya untuk hal yang nggak perlu. Apalagi untuk perbuatan yang menyimpang?

Ingat, selangkah demi selangkah kita sedang meninggalkan dunia untuk menuju akhirat. Paham? –massoes