Saturday, 22 September 2018

Teman Medsos Ternyata AC/DC Tolak Kencan Malah Dibunuh

Senin, 2 Oktober 2017 — 7:17 WIB
banci

SUNGGUH kasihan nasib Sundoro, 30, dari Jember (Jatim) ini. Kesengsem dengan teman di FB, begitu didatangi ternyata Serli, 22, orangnya AC/DC. Tentu saja diajak kencan menolak. Tapi malang nasibnya, begitu meleng saat dijamu malah dibunuh. Mayat Sundoro baru ditemukan 4 bulan kemudian.

Masih ingat pelawak Karjo AC/DC dari Palapa Grup, yang duet sama Suroto dan Sumiati? Dinamakan demikian karena dia berpura-pura bencong di atas panggung, alias AC/DC. Aslinya lelaki normal, tapi di panggung selalu berpakaian wanita. Orang sangat senang akan penampilannya yang lucu, baik dari perilaku maupun tutur katanya.

Tapi Serli warga Semboro, Kabupaten Jember, kelakuannya sungguh bikin kecewa banyak orang. Demi memuaskan libidonya yang tidak normal, dia tega menjebak orang dan kemudian membunuhnya. Maka ketika dia ditangkap polisi, banyak orang yang bilang: sukurin!

Pekerjaan sehari-hari Serli jadi tukang pangkas rambut di salon. Karena status kelaminnya tidak jelas, dia berusaha untuk tampil sebagai wanita. Tapi suaranya bariton, dan gerak-geriknya tidak sebagaimana wanita,. Namun di atas kertas (foto), dia memang tampak anggun, sehingga banyak orang kecela dibuatnya.

Ketika main FB-an Serli kenal dengan Sundoro warga Gondanglegi, Kabupaten Malang; dia mengaku sebagai wanita asli 100 %. Melihat penampilannya yang anggun di foto, Sundoro yang sedang berburu pacar segera menemuinya ke rumah Serli di Jember.

Ternyata begitu ketemu, Sundoro kecewa. Perempuan yang dikiranya Putri Solo, ternyata AC/DC. Kontan hilang seleranya. Yang tadinya nafsu sudah sampai ke ubun-ubun, mendadak ngedrop tinggal 11 volt. Karenanya ketika kemudian Serli mengajak kencan, Sundoro menolak dengan halus.

Tapi rupanya Serli sudah kadung kesengsem, sehingga karena tetap menolak, langsung diracun lewat minuman. Begitu Sundoro muntah dan kejang-kejang, langsung dibekap bantal hingga tewas. Mayatnya kemudian dilempar ke dalam sumur. Agar tidak mengapung, tubuh Sundoro diikat setumpuk genting sebagai pemberat.

Hampir empat bulan kisah pembunuhan sadis itu tak terungkap. Kejahatan Serli terlacak ketika dia pindah rumah kontrakan. Penghuni baru kaget menemukan kaos mengapung dalam sumur. Begitu diambil, ditemukan kerangka manusia. Tak uruang Serli sebagai pengontrak sebelumya diusut.

Serli tak bisa mengelak, memang dia yang membuang mayat manusia dalam sumur itu, dialah Sundoro yang sudah 4 bulan dicari sanak familinya. Dia mengaku bla-bla…., dan Serli langsung ditahan. Ancaman hukuman mati menyertainya, karena dia telah merencanakan pembunuhan itu.

Tentu saja Sundoro menolak, wong tiba-tiba diajak main anggar. (BJ/Gunarso TS)