Sunday, 27 May 2018

Hoaks dan Foto-foto palsu Menyebar Setelah Tragedi Penembakan Las Vegas

Selasa, 3 Oktober 2017 — 9:50 WIB
Foto bintang YouTube Review Brah digunakan di media sosial sebagai orang yang hilang dalam penembakan di Las Vegas.

Foto bintang YouTube Review Brah digunakan di media sosial sebagai orang yang hilang dalam penembakan di Las Vegas.

TIDAK lama setelah peristiwa penembakan di Las Vegas, AS dengan korban paling tidak 58 orang meninggal dan lebih 500 luka-luka, diunggah di media sosial, berbagai hoaks termasuk foto palsu juga langsung banjir di Twitter.

Pengunjung tengah menghadiri konser musik saat penembak yang disebut polisi sebagai warga Las Vegas berusia 64 tahun, Stephen Paddock, melepaskan tembakan dari lantai 32 hotel Mandala Bay pada Minggu (01/10) malam. Paddock bunuh diri di tempat kejadian.

Penembakan ini adalah yang paling parah dalam sejarah Amerika Serikat sejak penembakan di kelab malam di Orlando, Florida pada Juni 2016 yang menewaskan 49 orang.

Salah satu hal yang biasa diangkat oleh mereka yang secara sengaja mengunggah hoaks adalah foto orang yang hilang, atau foto orang yang diduga penembaknya. Banyak unggahan ini ditujukan untuk mendapatkan lebih banyak pengikut atau diretweet untuk Twitter.

Orang yang secara sengaja menyebarkan foto palsu “teman-teman yang hilang” juga aktif setelah serangan di Manchester, Inggris yang menewaskan 22 orang bulan Mei lalu.

Teknik yang sama juga dilakukan di Las Vegas.

Untuk pelaku penembakan, foto komedian Amerika Sam Hyde, banyak disebar. Foto Hyde juga dipakai di insiden penembakan lain.

penembaklazsvegas

Stephen Paddock, melepaskan tembakan dari lantai 32 hotel Mandala Bay.

Contoh lain adalah akun palsu di Twitter, jack sins (@immyxrx) yang menggunakan profil foto YouTuber TheReportOfTheWeek, yang biasa menggunggah kajian makanan cepat saji dengan hampir setengah juta pengikut.

Akun jack sins kali ini menulis ayahnya hilang dalam penembakan di Las Vegas. dengan menggunakan foto aktor Johnny Sins.

Dan profil foto yang sama digunakan oleh akun @gamergateantifa selama serangan Manchester dan mengklaim sebagai anak yang hilang saat itu. Unggahan ini mendapatkan 14.000 retweet, dan membuat YouTuber Review Brah terpaksa mengklarifikasi bahwa ia bulan Mei lalu berada di Amerika dan bukan di Manchester.

“Saya baik-baik saja,” kata Review Brah saat itu untuk membuat klarifikasi lewat video dengan yang menyaksikan lebih dari 600.000.

Situs digital Mashable bertanya kepada pembuat akun mengapa ia menggunggah hoaks, dan jawabannya, “Untuk mendapatkan retweet.”

Saat ditanya bahwa apa yang dilakukan tak etis karena menyebarkan informasi yang salah di tengah kepanikan orang yang mencari anggota keluarga atau teman yang hilang, ia menjawab, “Anda betul, maaf.”

Akun yang menyebut diri Jack Sinns mengatakan ia memilih foto Review Brah karena “ia adalah meme dan menggunakan foto Johnny Sins karena “ia adalah legenda hidup.”

Ketika Mashable bertanya apakah ia akan berbuat lagi, ia menjawab, “Ya, mungkin.”

Foto-foto pemain bola Liga Primer Inggris Arsenal, Mesut Ozil dan Eden Hazard juga digunakan dalam berbagai hoaks ini.

Pengguna media sosial lain menyatakan kemarahan terkait unggahan hoaks di tengah kepanikan akibat tragedi ini.

Akun atas nama Bint Idlib‏ meminta sejumlah akun termasuk @itsmenanice, @BradIsAFox @Hermann_Dayz, untuk “menghentikan menyebarkan berita palsu.

“Ini bahaya dan tak perlu,” kata pengguna lain, Caroline. Dan sejumlah lainnya Jay Wildling meminta Twitter untuk menutup akun-akun yang sengaja membuat provokasi. (BBC)