Sunday, 22 July 2018

Siaran Pertama Rekaman Konser Penyanyi Perempuan di TV Saudi ‘Picu Polemik

Rabu, 4 Oktober 2017 — 1:20 WIB
Umm Kolthoum, yang meninggal pada tahun 1975, adalah salah satu penyanyi pop paling terkenal di dunia Arab.

Umm Kolthoum, yang meninggal pada tahun 1975, adalah salah satu penyanyi pop paling terkenal di dunia Arab.

SIARAN pertama konser penyanyi perempuan di stasiun TV Arab Saudi mendapat sambutan luas, baik yang memberikan dukungan maupun yang mengecamnya.

Pada hari Senin (02/10) Al-Thaqafiya, stasiun televisi pemerintah menyiarkan rekaman konser penyanyi terkenal kelahiran Mesir, Umm Kulthum. Meskipun telah meninggal dunia pada tahun 1975, penyanyi tenar itu masih dikenal luas di dunia Arab.

Lewat Twitter, penggemar mengutarakan kata-kata dan lirik favorit mereka. Tagar “Umm Kulthum kembali ke saluran televisi Saudi” populer di Arab Saudi dan telah digunakan lebih dari 54.000 kali di Twitter.

Namun sebagian orang mengecam keras penyiaran penampilan penyanyi perempuan yang baru pertama kali dilakukan di Arab Saudi selama puluhan tahun terakhir. Mereka yang mengecam pada umumnya menyebut langkah itu tak Islami.

Banyak kalangan konservatif di negara kerajaan itu menganggap bahwa mendengarkan musik adalah dosa.

Penyiaran rekaman konser Umm Kulthum terjadi di tengah angin perubahan budaya di Arab Saudi.

Baru-baru ini pihak berwenang mencabut larangan mengemudi bagi perempuan. Lewat dekrit kerajaan, Raja Salman memerintahkan agar diterbitkan surat izin mengemudi kepada perempuan mulai Juni 2018.

Perintah itu dikeluarkan setelah kaum perempuan dan para aktivis hak asasi manusia memprotes larangan dan mengajukan keberatan selama bertahun-tahun.

Pada bulan Mei, Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman al Saud mengumumkan rencana untuk membangkitkan industri hiburan dan pariwisata dalam negeri dengan tujuan untuk membantu negara itu mengakhiri ketergantungan pada minyak sebagai sumber pendapatan.

Pemerintah Arab Saudi juga telah mengungkap rencana pembangunan sebuah kota hiburan di pinggiran Riyadh seluas 334 kilometer persegi.

Kota terpadu dirancang akan menawarkan beragam kegiatan, seperti kebudayaan, olahraga, dan hiburan. (BBC)