Friday, 20 October 2017

Suami Dikiranya Sartono E..Ternyata Sartini Juga

Rabu, 4 Oktober 2017 — 6:50 WIB
kkk

KASIHAN benar nasib Nurul, 25, warga Bulukumba (Sulsel). Sudah mantep menikah dengan Sartono, 30, –meski secara siri– di malam pertama baru ketahuan bahwa suaminya ternyata sejenis seperti dirinya. Dia jadi malu sama keluarga dan tetangga, karena katanya Sartono, setelah dibuka ternyata Sartini juga.

Di Australia kini baru heboh tentang peblisit (penentuan pendapat rakyat) perkawinan sejenis. Lebih banyak mana antara yang setuju dan menentangnya. Bila “perkawinan sejenis” jadi pemenang, niscaya populasi penduduk Australia akan berkurang, dan family planning berhasil tanpa kampanye dan propaganda.

Nurul warga Bontotiro, Kabupaten Bulukumba, sebetulnya tak pernah tahu apa itu peblisit. Jangankan itu, lha wong beslit saja juga tidak punya. Tapi pada akhirnya, perjalanan hidupnya tanpa sengaja menjadi berkaitan dengan yang terjadi di Australia itu. Di sana peblisit sedang diperjuangkan, kini dirinya jusrtu sudah menjadi praktisinya.

Sekitar 3 bulan lalu dia berkenalan dengan Sartono saat ada urusan. Dari ngobrol ngalor ngidul, kemudian merasa cocok. Ditambah lobi-lobi lewat HP dan FB, hubungan keduanya semakin intens saja. Ujung-ujungnya Sartono pun mengajak nikah. Ketika pacar Nurul itu melamar pada keluarga, langsung saja diterima. Alasannya, Sartono itu santun dan seiman.

Yang aneh, Sartono tidak mau nikah resmi, cukup siri saja. Bukan karena terbius oleh moto: mengubah zina menjadi ibadah sebagaimana Aris Wahyudi pemilih nikahsiri.com, melainkan karena anggaran belum mencukupi. Yang penting dengan pernikahan itu segalanya menjadi halalan tayiban wa asyikan. Ibarat SIM, sudah tidak perlu mengurusnya sampai Polda segala.

Demikianlah, perkawinan telah berlangsung disusul dengan walimahan di rumah mempelai wanita. Malam harinya, di situlah Nurul mengharapkan akan segera terjadi serangan rudal berhulu nuklir model Korut melawan AS. Tapi ternyata, sampai tengah malam tetap tidak ada serangan sama sekali. Apakah karena memang dilarang oleh PBB?

Sebagai istri Nurul mencoba mengambil inisiatip, tapi Sartono terus saja tidur dengan nyenyak, katanya capek habis seharian dipajang di pelaminan. Diam-diam Nurul lalu membuka gudang peluru kendali itu. Apa yang terjadi, ternyata suaminya itu berjenis kelamin sama seperti dirinya. “Saya pikir Sartono beneran, tenyata Sartini juga,” keluh Nurul.

Keluarga Nurul yang tak terima dipermainkan sedemikian rupa, segera melaporkan Sartono yang aslinya bernama Khoiriyah itu ke Polres Bulukumba. Mungkin pasal yang diusungnya soal penipuan dan perbuatan tidak menyenangkan. Yang jelas, Nurul sudah kadung malu di lingkungan keluarga berikut jajarannya.

Selama pacaran apakah tidak pernah riset dan studi kelayakan? (JPNN/Gunarso TS)