Thursday, 14 December 2017

Babak Baru Kelola Ancol

Kamis, 5 Oktober 2017 — 6:52 WIB

MASYARAKAT baik warga Ibukota maupun dari penjuru dunia mulai 14 Oktober 2017 gratis keluar masuk Ancol. Gubernur Djarot Saiful Hidayat memerintahkan pengelola Taman Impian Jaya Ancol per tanggal itu hingga enam bulan ke depan, uji coba masuk obyek wisata kebanggaan Jakarta tanpa ditarik uang tiket sudah mulai diberlakukan.

Kabar masuk Ancol gratis disambut gembira warga. Apalagi Pantai Ancol selama ini menjadi obyek wisata favorite yang ada di Ibukota. Bukan cuma bagi warga Ibukota tapi luar Jakarta pun, bila liburan berbondong-bondong menikmati indahnya Ancol.

Sesuai data, pengunjung Ancol dari tahun ke tahun meningkat. Misalnya, 2015 pengunjung obyek wisata ini tercatat 17, 6 juta, lalu 2016 targetnya naik menjadi 18, 5 juta orang. Angka ini tentu mendatangkan pendapatan yang cukup besar.

Saat ini tiket masuk menikmati Pantai Ancol Rp25 ribu/orang. Sementara itu, untuk mobil dipungut ongkos parkir Rp25 ribu dan motor Rp15 ribu. Ketika tiket masuk dihapus, ini adalah babak baru bagi pengelola Ancol menjalankan kebijakan Pemprov DKI Jakarta.

Selama ini penarikan tiket masuk Ancol kadang menjadi perdebatan. Satu pihak memaklumi adanya pemberlakuan tiket masuk bagi pengunjung karena merawat sarana dan prasarana butuh biaya. Namun, pihak lain menganggap pelanggaran karena pantai termasuk Pantai Ancol adalah ruang publik yang seharusnya bebas dinikmati masyarakat.

Bahkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo juga sempat terusik adanya warga harus merogoh kantong, bila ingin tahu deburan ombak Pantai Ancol. Seharusnya siapapun terlebih anak-anak yang ingin menikmati indahnya suasana Ancol tidak dipungut tiket masuk.

Bagai gayung bersambut, Gubernur Djarot yang nota bene orang nomor satu di lingkungan Pemprov DKI Jakarta bersiap menggratiskan masuk Ancol. Dia mudah menerapkan kebijakan itu karena 72 persen saham Ancol milik Pemprov DKI Jakarta.

Menggratiskan masuk Ancol diyakini tidak mengurangi pendapatan karena pengunjungnya akan lebih membludak. Sebab, di kawasan obyek wisata itu nantinya diberlakukan tarif parkir progresif. Efek lainnya, bisa menghidupkan kuliner, pasar seni, dan ekonomi kerakyatan.

Pertanyaannya, apakah masuk Ancol gratis akan berjalan mulus mengingat usia jabatan Djarot tinggal menghitung hari. Akankah Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta akan meneruskan kebijakan Djarot atau malah sebaliknya. Kita tunggu saja. @*