Monday, 23 October 2017

Penikmat Motor Honda Dibekali Berkendara dengan Aman

Kamis, 5 Oktober 2017 — 2:03 WIB
Honda CMX500 Rebel

Honda CMX500 Rebel

MENYAMBUT gelaran akbar tahunan, pecinta sepeda motor Honda, Honda Bikers Day yang akan berlangsung 14 Oktober di Yogyakarta, Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) membekali anggota Asosiasi Honda Jakarta (AHJ) ilmu Basic Life Support dan tentu saja safety riding (keamanan mengendara).

Berlokasi di Safety Riding Training Center Wahana, Jatake Tangerang pada Sabtu (30/9), sebanyak 100 orang anggota AHJ padati ruang safety riding center Wahana sejak pagi.

Pelatihan ini sangat penting diberikan kepada anggota komunitas Honda yang ‘kecanduan’ melakukan perjalanan jauh dengan sepeda motor, khususnya menuju Honda Bikers Day 2017 di Lapangan Udara Gunung Kidul, Yogyakarta. Pelatihan basic life support yang diberikan ialah Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT).

hondatouring

Anggota klub motor Honda Jakarta-Tangerang. (prihandoko)

“Tidak menutup kemungkinan, perjalanan jauh dengan sepeda motor rentan dengan kecelakaan baik yang di sebabkan oleh diri sendiri ataupun kondisi di jalan,” papar PIC Community Development Wahana, Agus Sigit, kemarin.

Dia juga menambahkan, langkah awal antisipasi kondisi kecelakaan di jalan raya, maka Wahana berikan edukasi terkait cara penanganan kecelakaan tersabut.

GAWAT DARURAT

Dalam pelatihan, komunitas AHJ diberikan beragam contoh dan praktek langsung penanganan kecelakaan mulai dari cara membuka helm, memeriksa kondisi korban hingga tindakan awal seperti luka dan patah tulang.

“Meski terlihat sepele, namun pengetahuan ini dipastikan dapat menjadi penyelamat pada saat gawat darurat kecelakaan di jalan raya,“ tambah Sigit.

Senada dengan Sigit, Head Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani berikan perhatian terhadap sosialisasi berkendara aman kepada komunitas sepeda motor. Menurutnya banyak hal menyangkut safety riding kepada kelompok yang hobi berkendara jauh dengan sepeda motor.
“Tidak hanya skil di atas motor, anggota komunitas juga wajib anut prosedur berkendara aman yang lain,” papar Agusn Sani. (prihandoko/ds)