Thursday, 19 October 2017

PRESTASI OLAHRAGA

Kamis, 5 Oktober 2017 — 5:01 WIB

Oleh Harmoko

MENGAPA prestasi olahraga Indonesia merosot dari tahun ke tahun? Di tingkat Asia Tenggara saja, kita tak mampu berbicara, apalagi tingkat Asia bahkan dunia.

Di tingkat Asia Tenggara kita pernah berjaya. Pada SEA Games 1977 kita menjadi juara umum. Dalam tiga ajang berikutnya (1979, 1981, 1983), Indonesia berturut-turut menjadi nomor satu, mengungguli Thailand yang sempat mendominasi.

Sempat kalah dari Thailand di SEA Games 1985 dan 1995, Indonesia kembali berjaya di ajang yang sama tahun 1987, 1989, 1991, 1993 dan 1997. Setelah reformasi, prestasi olahraga kita langsung anjlok.

Pada SEA Games 2011, Indonesia kembali berjaya, tetapi kemudian terus merosot. Mengapa bisa terjadi? Ada yang mengatakan, kita sulit melakukan pembinaan atlet secara menyeluruh lantaran anggaran dari pemerintah sangat terbatas.

Pemerintah mengalokasikan bujet untuk pembinaan olahraga prestasi hanya 0,33% dari APB. Anggaran untuk bidang olahraga jauh lebih kecil daripada untuk bidang kesehatan dan pendidikan.

Bahkan, jumlah anggaran negara untuk pembinaan olahraga pun angkanya fluktuatif. Hal ini bisa dilihat pada alokasi anggaran pemerintah sejak 2012.

Pada tahun 2012, anggaran Kemenpora untuk pembinaan olahraga prestasi sebesar Rp474,5 miliar, tahun 2013 Rp250 miliar, 2014 Rp385 miliar, 2015 Rp436 miliar, 2016 Rp214 miliar, dan tahun 2017 ini lewat RAPBN Perubahan baru ada penambahan signifikan, menjadi Rp1,962 triliun.

Kita tinggal menunggu bagaimana pembinaan olahraga ke depan, mengingat prestasi olahraga sangat efektif untuk membangun kebanggaan dan semangat nasionalisme, meningkatkan rasa percaya diri bangsa kita di mata dunia. Ayo, bangkitlah olahraga Indonesia! *