Monday, 11 December 2017

Suami Memakai Obat Kuat Istri Memilih Minta Cerai

Jumat, 6 Oktober 2017 — 7:45 WIB
nyerah

AGAKNYA Salim, 35, lelaki paling egois di Balikpapan (Kaltim). Sudah tahu istri, Ismi, 30, tidak tahan jika suami pakai obat kuat, masih juga menggunakannya. Tak sudi menjadi budak seks, Ismi pun menggugat cerai ke Pengadilan Agama. “Mending janda deh, ketimbang digeber 3 jam nonstop,” keluh Ismi.

Banyak lelaki tidak pede dalam menjalani kehidupan suami istrinya. Takut istri kecewa atau kemudian mencari PIL, dia berusaha tetap prima di atas ranjang. Ada saja caranya. Ada yang konsultasi dengan dokter Naek L. Tobing yang ahli “naik-naikan”, ada juga yang menggunakan obat kuat. Padahal tidak semua istri bisa menerima cara-cara suami. Akibatnya, malah berujung ke perceraian.

Rumahtangga Salim-Ismi juga seperti itu. Sebagai kepala keluarga, Salim merasa percuma jika punya bini cantik tak bisa mendayagunakan seoptimal mungkin. Bagi kebanyakan selera laki-laki, penampilan Ismi memang sangat menjanjikan. Wajah cantik, bodi seksi, membuat kaum lelaki pikirannya jadi ngeres, teringat yang mboten-mboten.

Salim kuatir sekali jika tak mampu memuaskan istri di atas ranjang. Paling kuatir manakala istri lalu berpaling ke pria lain, yang masih rosa-rosa macam Mbah Marijan. Dia harus mengakui secara jujur, teknik permainannya belakangan ini sangat buruk. Sering sekedar kejar tayang. Tendangannya tidak lagi akurat, sering meleset. Ini sangat mencemaskan bila harus melakukan tendangan duabelas pas.

Ada teman yang memberi tahu bahwa keluhan itu bisa diatasi lewat obat kuat. Salim segera membeli berbagai jenis obat kuat itu. Baru minum saja, belum sampai action, tubuh Salim sudah merasa perkasa. Maka bila dulu Gatutkaca hanya satu, tapi setelah minum jamu seperti itu, Salim sekarang ada seribu.

Awalnya Ismi tidak keberatan dengan usaha suaminya itu. Tapi begitu dipraktekkan, ya ampuuuun, dia yang tobat-tobat jadinya. Biasanya perang Korut-AS paling-paling 5 menit, kini tiga jam baru rudal berhulu nuklir itu bisa ditembakkan. Salim sih mrenges saja, tapi Ismi yang meringis.

Ee, sejak temuan obat kuat itu, Salim jadi seperti anak balita dikasih minum obat sakit panas,” minta lagi mama, minta lagi mama,” melulu. Tentu saja Ismi yang kecapekan. Hampir setiap malam suami selalu mengajak berbagi cinta. Saking kesalnya, jamu-jamut kuat lelaki itu disembunyikan, atau dibuang. Tapi Salim tak pernah habis akal. Jika hanya disembunyikan, dicari sampai ketemu. Jika dibuang, pasti Salim beli lagi, kan bisa lewat toko online.

Menyerah juga Ismi pada akhirnya. Artinya, dia tak sanggup lagi kerjasama nirlaba atasnama rumahtangga. Ismi segera mengajukan gugat cerai ke Pengadilan Agama Samarinda. Awalnya majelis hakim menyarankan berbaikan lagi, tak usah cerai. Tapi setelah Ismi menunjukkan barang bukti obat kuat yang biasa dipakai suami, majelis hakim bisa memakulumi.

Dalam sidang Pengadilan Agama, putusan cerai secara cepat tidak mutlak karena perzinaan. Rumah tangga yang ribut melulu juga bisa dijadikan alasan untuk bercerai. Maka majelis hakim pun akhirnya mengabulkan perceraian antara Salim dan Ismi, diatur pula pembagian harta gono-gininya.

Bagi harta gono-gini, gara-gara Salim selalu mengajak begini. (JPNN/Gunarso TS)