Monday, 23 October 2017

Djarot Pesan SKPD Tak Perlu Caper ke Anies-Sandi

Senin, 9 Oktober 2017 — 21:16 WIB
Djarot Saiful Hidayat, Gubernur DKI Jakarta. (ikbal)

Djarot Saiful Hidayat, Gubernur DKI Jakarta. (ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Jelang lengser dari jabatan Gubernur DKI Jakarta, Djarot mengumpulkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov DKI Jakarta. Direksi BUMD, Kepala Dinas, Walikota, Kepala Biro dan Camat mendapatkan pengarahan dari Djarot sebelum purna jabatan pada 15 Oktober mendatang. Pertemuan itu sendiri tersebut tertutup bagi media.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji, menuturkan dalam pertemuan itu, Djarot berpesan kepada jajarannya agar tidak mencari-cari perhatian (caper) dari Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Menurut Djarot baik Anies maupun Sandi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI terpilih mempunyai penilaian tersendiri terhadap SKPD yang ada.

“Sekarang ini nggak usah kasak-kusuk, nggak usah pendekatan ini-itu. Pasti mereka (Anies-Sandi) punya catatan kinerja kita (SKPD),” kata Isnawa menirukan Djarot di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (9/10/2017).

Dalam kesempatan tersebut, kata Isnawa, Djarot juga menyampaikan permintaan maaf atas nama Jokp Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selaku mantan gubernur era 2012-2017. Djarot juga meminta seluruh SKPD mengalihakn loyalitas kerja kepada kepemimpinan yang baru.

“Nanti tanggal 16 loyalitas full ke Anies-Sandi. Siapapun pemimpinnya kita harus loyal. Jangan jelek-jelekin SKPD lain,” tambah Isnawa.

15 Oktober 2017, Djarot Saiful Hidayat harus turun dari kursi Gubernur DKI Jakarta karena masa jabatannya habis. Status orang nomor satu di DKI Jakarta akan berganti kepada Anies Baswedan yang didampingi Sandiaga Uno yag memenangi Pilkada DKI.

Djarot hanya menyandang gelar Gubernur DKI Jakarta hanya sekitar 5 bulan. Mantan Walikota Blitar itu meneruskan kepemimpinan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama dalam satu periode, 2012-2017. (ikbal/yp)