Thursday, 23 November 2017

Italia di Tepi Jurang, Buffon Bela Pelatih Giampiero Ventura

Senin, 9 Oktober 2017 — 8:50 WIB
Gianluigi Buffon, kiper Italia (reuters)

Gianluigi Buffon, kiper Italia (reuters)

ITALIA  – Timnas Italia sedang menjadi gunjingan pecinta sepakbola sejagad. Pasalnya, Timnas yang pernah juara dunia empat kali ini, sedang di tepi jurang, dikawatirkan tidak bisa lolos ke Piala Dunia di Rusia 2018, sebab dipastikan harus lewat play off terlebih dulu. Pelatih Giampiero Ventura jadi sasaran tudingan.

Situasi ini sudah terlihat, meski Grup G kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa belum berakhir. Namun, Italia sudah dipastikan wajib melalui babak play-off untuk bisa lolos ke ajang akbar empat tahunan tersebut. Kalau gagal di play off, maka ini tamparan buat Azzuri, nama besarnya terbuang.

Kecaman terhadap Giampiero Ventura pantas diterima, terlebih pada pertandingan terakhir di kualifikasi saat melawan Makedonia yang notabene tim yang tidak selevel, ternyata hanya imbang 1-1.

Giampiero Ventura dituding gagal menghadirkan konsistensi performa bagus di Azzurri, yang selalu kesulitan mengalahkan tim kecil. Atas membanjirnya kritik tersebut, kapten Italia, Gianluigi Buffon, lantas memberi pembelaan.

Dia memandang bahwa kritik untuk Ventura adalah kesalahan, karena Timnas Italia hanya bermain buruk di dua partai terakhir babak kualifikasi.

“Saya tidak berpikir bahwa kecaman pada Ventura adalah hal yang benar. Selama satu tahun, dia telah melakukan tugas dengan baik dan dua pertandingan tidak bisa menghancurkan segalanya,” tutur Buffon, seperti dikutip Mediaset Premium.

“Ventura telah mengambil resiko dan membawa pemain muda. Selama satu tahun mendapatkan hasil yang bagus. Butuh tahapan untuk bisa berkembang. Bila mengalami momen sulit di klub, pemain muda juga kehilangan percaya diri di timnya,” ujar Buffon.

Kiper kawakan ini menegaskan bahwa dirinya juga memiliki tanggung jawab besar, untuk mengembalikan level Italia ke tahap sesungguhnya.

“Ini adalah bagian dari tanggung jawab dalam peran kami. Jika Anda dianggap sebagai pemain veteran yang punya peran penting dalam tim, Anda harus melakukan lebih dan membantu siapapun yang membutuhkannya,” lanjutnya.

Untuk itulah, Buffon sadar diri dan mencoba koreksi diri, dan dalam kondisi terpepet seperti ini harus cari cara untuk lolos dari lobang jarum. “Saya lebih dulu melihat diri saya sendiri. Kami harus menemukan cara untuk memberi respons, demi lolos ke Piala Dunia 2018,” tegas pemain yang sebentar lagi berusia 40 tahun itu. (*/win)