Wednesday, 13 December 2017

Membunuh dan Bunuh Diri

Senin, 9 Oktober 2017 — 6:15 WIB
mayat

MEMBUNUH atau bunuh diri merupakan perbuatan super nekat. Artinya, kedua perbuatan tersebut memang dilakukan dengan tidak peduli akibatnya, begitu berani atau terlalu terlalu berani tidak pikir panjang lagi, bisa juga karena putus asa dan lain-lain.

Bayangkan saja, seseorang membunuh orang lain, bahkan yang dibunuh kadang orang dekat, keluarga, anak istri dan orangtuanya. Kalau ini bukan karena putuas asa, apalagi? Kalau bukan karena kerasukan setan, siapa lagi yang mendorong kemarahannya?

Bayangkan saja seorang lelaki mampu membunuh istri dan anak-anaknya, bahkan mertuanya, dilibas semua. Apa ini bukan super nekat? Oleh sebab itu, ketika dia sadar bakalan mendpat imbalan hukum yang sama, hukum mati, maka dia lebih memilih membunuh dirinya sendiri.

Nah, ini juga menjadi pertanyaan, membunuh diri bukanlah satu perbuatan yang mudah, karena orang yang akan menganiaya orang lain, maka dia harus ada sebab musababnya, yang menjadikan dia dendam! Bahkan, kalau bunuh diri, berarti dia juga harus mejadikan diri sendiri jadi penyebab dendam. Dendam pada diri sendiri! Begitu bukan?

Ya, coba saja bayangkan seorang gadis belia sengaja merebahkan diri di rel KA, sampai telindas dan tubuhnya terbelah. Apa ini bukan super nekat?

Ya, begitulah orang kalau sudah dendam pada diri sendiri, banyak masalahnya. Gagal dalam hidup. Hidup berumahtangga. Kegagalan dalam bahtera rumahtangga ini juga banyak macamnya. Tidak harmonis karena ekonomi, penyelewengan, perselingkuhan dan banyak macamnya, termasuk tidak komunikatif, saling acuh, tidak ada pengertian, nafsi-nafsi?

Tapi, apa masalahnya bagi seseorang yang nekat membunuh puluhan orang dan membunuh dirinya sendiri, seperti yang terjadi di AS ? Hemm, hanya Tuhan Yang Mahatahu! –massoes