Wednesday, 13 December 2017

Gara-gara Pegang Senjata Bawaannya Panas Melulu?

Selasa, 10 Oktober 2017 — 7:15 WIB
pistol

ORANG sipil bisa pegang senjata berizin, bangganya minta ampun, meski bawaannya jadi panas melulu. Maka terjadilah kisah memalukan di Gandaria City Jakarta. Bekas dokter RSPAD lepaskan tembakan pistol gara-gara uang parkir . Dokter Anwari ini berasumsi, parkir mobil dinas militer bebas dari bea.

Bagi anggota TNI, memegang senjata itu biasa saja. Dia sangat berhati-hati membawanya, karena setiap peluru yang dilepaskan harus dipertanggungjawabkan. Bahkan bila senjata sampai hilang, bisa terkena sanksi berat. Maka bagi anggota TNI, senjata itu laksana nyawa sendiri.

Karena tuntutan tugasnya, orang sipil bisa juga diizinkan pegang senjata api. Tapi yang terjadi sering dijadikan gagah-gagahan, buat nakut-nakuti orang. Jadi mirip Kebo Ijo dalam sejarah Singosari. Ketika dititipi keris Empu Gandring oleh Ken Arok, oleh Kebo Ijo keris tersebut dipamarkan ke mana-mana, padahal akhirnya mencelakan diri sendiri.

Agaknya dokter Anwari ini menjadi Kebo Ijo di era modern. Sesungguhnya yang pegang mobil dinas militer itu istrinya, karena menjadi dokter di RSPAD. Beberapa hari lalu bersama sopir mengunjungi Gandaria City. Saat pulang mobilnya kena cas parkir Rp20.000. Sopir membayarnya, tapi dokter Anwari marah-marah pada tukang parkir. Kenapa mobil dinas militer ditarik parkir? Sepengetahuan pak dokter, semuanya bebas dari bea.

Petugas parkir sudah menjelaskan, tapi dokter Anwari malah marah. Tembakan pistol menyalak meski ke atas. Tukang parkir tentu saja ketakutan, bersimpuh ampun-ampun takut bila peluru dari “benda dingin” itu mampir ke jidatnya.

Memang tidak sampai ada darah muncrat, paling-paling ludah yang saling muncrat karena bersitegang. Yang jelas gara-gara emosi, pak dokter harus membayar mahal. Dia ditahan di Polsek Kebayoran Lama. Lantaran bawa senjata api, bawaannya jadi panas melulu. Ini mengingatkan pada Kebo Ijo dari Singosari, jadi celaka gara-gara pamer keris Empu Gandring.
–slontrot