Saturday, 25 November 2017

PT Asuransi Allianz Utama Dilaporkan ke Polisi.

Selasa, 10 Oktober 2017 — 22:36 WIB
Alvin Lim, kuasa hukum Mariana saat keterangan pers

Alvin Lim, kuasa hukum Mariana saat keterangan pers

JAKARTA (Pos Kota) – PT Asuransi Allianz Utama dilaporkan nasabahnya ke polisi. Mariana, pemilik toko elektronik di Pekanbaru, Riau, sekaligus nasabah Allianz yang mengaku 10 tahun menjadi nasabah asuransi itu melaporkan tiga petinggi Allianz ke Mabes Polri.

Alvin Lim, kuasa hukum Mariana mengatakan kliennya berusaha mengklaim asuransi kepada Allianz Utama karena tokonya pernah dibobol maling pada 30 November 2010, 18 April 2011 dan 23 April 2011. Namun, klaim pertama ditolak sedangkan dua klaim lainnya didiskon hingga 70 persen.

“Dengan alasan insufficient and inaccuracy data dan alasan hanya ingin dibayarkan 21 laptop sesuai dengan pengakuan si pencuri, yang mana alasan-alasan tersebut tidak sesuai dengan keterangan buku polis dan penjelasan agen ketika pertama kali menawarkan produk asuransi kepada korban,” kata Alvin di Mapolda Metro Jaya, Selasa, (10/10/2017).

Mengaku sudah menjadi nasabah selama 10 tahun namun diperlakukan tidak baik, Mariana mengajukan gugatan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Gugatan itu kemudian dikabulkan 26 Februari 2015 dan BPSK memerintahkan Allianz untuk membayar ganti rugi sejumlah Rp2,8 miliar beserta bunga berjalan dan membatalkan klausal warranty yang dinilai majelis tidak sah dan melanggar hukum.

Namun, dikatakan Alvin, hingga saat ini Allianz selalu mangkir dan sudah beberapa kali pertemuan dengan lawyer Allianz tidak pernah tercapai kesepakatan dan klaim atau ganti rugi tidak pernah dibayarkan. Sehingga ia memutuskan untuk menempuh jalur hukum dengan melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri.

Selain itu, Alvin membantah kliennya berusaha mengambil keuntungan dengan merekayasa kasus pencurian toko yang sampai tiga kali karena ingin mendapat uang dari Allianz.

“Padahal pencuri juga sudah tertangkap dan mengaku selain toko korban mereka membobol 12 toko lainnya. Itulah kekecewaan yang dirasakan oleh korban.” pungkasnya.

Dalam kasus ini, Mariana melaporkan Direktur PT Asuransi Allianz Utama Wiyono Kurniawan Sutioso, Chief Sales Officer PT Asuransi Allianz Utama Indonesia Inkes Lukman dan Head of Claims Management PT Asuransi Allianz Utama Indonesia Maria Agnes ke Bareskrim Polri. Laporan itu teregister dalam nomor LP/1027/X/2017/Bareskrim tertanggal 9 oktober 2017.

Menanggapi hal tersebut, melalui Head Of Corporate Communication Allianz, Adrian DW mengaku telah mengetahui adanya laporan yang dibuat oleh Mariana.

“Dalam hal ini, kami sangat menghormati hak nasabah untuk mengajukan banding atas keputusan klaim yang telah kami berikan,” kata Adrian saat dikonfirmasi poskotanews.com, Selasa, (10/10/2017).

Menurutnya, putusan BPSK yang mewajibkan Allianz harus membayar Rp2,8 miliar kepada Mariana telah digugurkan oleh putusan Mahkamah Agung pada 2015, dengan nomor 617K/Pdt.sus-BPKS/2015.

“Allianz Utama telah menerima putusan yang berketetapan hukum dari Mahkamah Agung pada tahun 2015, yang telah menolak keputusan dari Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen yang ada sebelumya,” tandasnya. (Yendhi)