Monday, 23 October 2017

Djarot : Pengelola Belum Serahkan Kajian Tentang Gratis Masuk Ancol

Rabu, 11 Oktober 2017 — 15:16 WIB
Suasana pantai ancol (dok)

Suasana pantai ancol (dok)

JAKARTA (Pos Kota) РGubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku hingga saat ini belum mendapatkan laporan kajian dari PT Pembangunan Jaya  Ancol (PJA) soal gratis masuk ke taman hiburan tersebut.

Sebelumnya pada 3 Oktober, Djarot meminta PT PJA membuat kajian agar 14 Oktober dapat diujicoba pembebasan biaya masuk bagi pengunjung Pantai Ancol, Jakarta Pusat.

Gratis biaya masuk itu menurut Djarot sebagai pemenuhan kebutuhan warga Jakarta akan wisata pantai di Jakarta menjadi tempat publik yang dapat diakses secara bebas.

“Saya masih belum dapat kajian. Saya sampaikan sekarang bisa gak, tolong dikaji. Karena saya tahu bahwa Ancol kami punya 72 persen, dia sudah Tbk, artinya terbuka, tolong dikaji,” ujar Djarot di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (11/10/2017).

Mantan Walikota Blitar itu menjelaskan kajian perlu dilakukan sebelum membebaskan biaya masuk agar tidak mempunyai dampak bagi PT PJA. Kajian, dikatak Djarot dilakukan meliputi keuangan, keamanan dan kesiapan.

“Coba hitung juga multiple effect-nya. Kemudian, karena dia gratis maka masuk wahananya pasti bayar. Tolong dihitung termasuk sistem pengamanannya seperti apa,” imbuh Djarot.

Jika kebijakan itu diterapkan, pengelola berpotensi kehilangan pendapatan sebesar Rp500 juta hingga Rp1,5 miliar/hari.

Diperkirakan jumlah pengunjung pada hari biasa Senin-Jumat (weekdays) sekitar 10.000 sampai 20.000 orang melewati pintu gerbang Ancol. Sedangkan pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu jumlah pengunjung yang masuk ke Ancol mencapai 40.000 sampai 60.000 orang, bahkan bisa lebih jika masuk pada libur panjang atau libur nasional.

Saat ini pihak Ancol masih menetapkan harga tiket masuk Rp25 ribu/pengunjung individu dewasa. Mobil tiket masuknya Rp25 ribu. Sedangkan sepeda motor Rp15 ribu dan bus Rp45 ribu .

Artinya di hari biasa, pihak pengelola Ancol kehilangan pendapatan sedikitnya Rp500 juta/ hari. Sedangkan pada weekend dengan perkiraan pengunjung 60 ribu orang, Ancol kehilangan pendapatan sedikitnya Rp1,5 miliar/hari, atau dalam sepekan Rp5,5 miliar dari pendapatan tiket masuk. (ikbal/tri)