Wednesday, 13 December 2017

Lebih Cepat Lebih Bagus!

Rabu, 11 Oktober 2017 — 5:23 WIB
mancing

“IKAN sepat, ikan gabus. Lebih cepat lebih bagus!”. Itu peribahasa yang sering didengar dalam satu kesempatan yang maunya serba ingin cepat. Dan cepat bukan berarti asal cepat yang menimbulkan masalah, tetapi harus diperhitungkan dengan matang dan akurat.

Kereta cepat Jakarta-Surabaya kan akan diluncurkan? Kalau bicara KA, maka yang terbayang di benak kita adalah bentuk keretanya kayak apa kalau kecepatannya 140 km/jam. KA bekas apa baru tuh? Lalu nanti meluncurnya di atas rel. Nah, relnya di bawah atau di atas?

Kalau di bawah, kan berarti menggunakan rel yang ada, atau rel sendiri? Lalu itu pintu perlintasannya bagaimana? Soalnya sekarang ini saja, yang laju KA sedang-sedang saja masih sering terjadi kecelakaan.

O, ya cepat dong tuh pintu Ancol dibuka? Hemm kedengarannya masih ada yang nggak setuju ya? Iyalah, kan rugi milyaran rupiah? Ah, terserah pada pengelola dan pejabat setempat, yang tahu persis untung ruginya kalau gratis? Masyarakat sih ya maunya gratis tis, lah. Kayak dulu, sebelum dikelola?

Ya, ingat kan sekitar tahun 70-an, ketika kawasan pantai tersebut belum kayak gini? Itu masyakarat sekitar dan dari mana saja datang ke situ menikmati pantai, sambil jalan-jalan, mancing dan mandi, gratis. Itu dulu!

Kalau boleh ikut menghitung, berarti sekian tahun pengelola sudah banyak banget ya ngumpulin uang. Kalau itu asset milik Pemerintah, ya sebaiknya masyarakat ikut menikmati lah.
Ya, nggak usah dibagi-bagi keuntungannya, tapi kasih gratis masuk aja deh. Kan nanti di dalam lokasi, pengelola lebih lihay menarik dana dari pengunjung. Parkir dan masuk ke berbagai lokasi atraksi?

Udeh cepat deh! Sabar dong, tinggal menghitung hari aja, kok! Ya, Sabtu besok malai gratis masuk Ancol! Bagi warga yang pas-pasan yang penting bisa masuk, nggak perlu banyak mengeluarkan duit. Ya ikut ‘ngadem’ aja di tepi pantai. Jangan lupa bawa bekel. Oke?
-massoes