Friday, 19 October 2018

Transjakarta Siapkan Bus untuk Angkut Sepeda

Rabu, 11 Oktober 2017 — 14:13 WIB
Transjakarta.(dok/toga)

Transjakarta.(dok/toga)

JAKARTA (Pos Kota) РGubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta agar ke depannya bus wisata dapat difungsikan untuk dapat mengangkut sepeda guna  menggiatkan warga meninggalkan transportasi pribadi di jalanan ibukota.

Djarot mengatakan saat ini terdapat 25 bus Jakarta City Tour yang melayani rute-rute destinasi tempat wisata.  Dia meminta ada bus wisata yang mengakomodir pesepeda dengan menyiapkan ruang khusus di bus untuk tempat sepeda. Djarot harap bus tersebut dapat dioperasikan untuk mengangkut warga termasuk untuk warga Bodetabek.

“Bis wisata kita sudah banyak, designnya yang bawah nanti khusus sepeda, akan dimulai dari perbatasan wilayah Bekasi, Tangerang, dan Depok. Nanti mau ke kota (Jakarta) mereka naik sepeda,” katanya saat menerima bus CSR dari PT Nestle Indonesia di Balaikota Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Hari ini Pemprov DKI kembali menerima CSR berupa bus wisata dati PT Nestle Indonesia. Bus tingkat Transjakarta ini dilengkapi dengan spesifikasi yang menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang, seperti GPS, safety alarm, dan CCTV.

Selain itu, sistem common rail dan rangka bodi dari aluminium yang dimiliki armada ini juga memungkinkan konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit.

Menanggapi permintaan Djarot, Direktur Utama PT Transjakarta, Budi Kaliwono mengatakan telah berkomunikasi dengan komunitas pegiat sepeda. Menurut Budi, pelibatan pegiat sepeda perlu dilakukan agar dapat menampung keinginan dan kebutuhan pesepeda.

“Dengan mereka menggunakan sepeda dan bus yang kami gunakan mengurangi kemacetan juga. Karena konteks Transjakarta selain menyelenggarakan angkutn di Jakarta kita juga punya target besar mengurangi kemacetan di Jakarta,” tandas Budi.

Budi menjelaskan pihaknya tidak akan melakukan bmarmada baru untuk program tersebut. Dikatakan Budi, bus wisata yang sudah ada akan dimodifikasi agar dapat menampung penumpanh dan sepeda yang dibawa. Menurut Budi, bus Transjakarta dengan tipe double decker bisa digunakan untuk kebijakan tersebut.

“Kita pakai yang sudah ada. Bikin rak sepeda di bawah yang lebih rapih dan kuat. 60 Orang cukup banyak di atas. Maka penumpang atau pelanggan yang di atas akan lihat lebih leluasa. Mereka pada saat sampai suatu titik turun ke tempat kerja. Sore dijemput lagi di suatu titik,” terang Budi.

Terkait rute, Budi mengatakan masih akan dikaji dengan komunitas dan pegiat sepeda. (ikbal/win)