Saturday, 18 November 2017

Agar Tak Terlihat Arogan Senjata Polri Akan Dievaluasi

Kamis, 12 Oktober 2017 — 19:33 WIB
Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian rapat kerja dengan Komisi III DPR.(timyadi/dok)

Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian rapat kerja dengan Komisi III DPR.(timyadi/dok)

JAKARTA (Pos Kota) –Kalangan Komisi III DPR mengkritik Polri yang terkesan berlebihan dalam membantu KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Seringkali Polri terlihat berlebihan dengan senjata lengkap.

Menjawab pertanyaan anggota DPR tersebut, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan bahwa penggunaan senjata seharusnya proporsional dengan kondisi lapangan. Bahkan bukan tidak mungkin tanpa perlu membawa senjata.

“Kita akan analisis dan evaluasi, apakah itu berlebihan atau tidak. Kami akan lakukan pembenahan sehingga penampilan Polri tidak terkesan arogan,” kata Kapolri dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Kamis (12/10).

Lebih lanjut Tito mengungkapkan, dalam OTT, langsung berkoordinasi dengan pimpinan kepolisian setempat. “Oleh karena ada kapolda dan kapolri yang tidak tahu saat dilakukan OTT, mungkin juga dipengaruhi faktor kerahasian,” kata Tito.

Ke depan, menurut Tito, diperlukan mekanisme jelas terkait OTT. “Nanti akan dibicarakan dengan KPK dan Kejaksaan Agung. Diskusi perlu agar koordinasi di tingkat bawah bisa berjalan dengan baik ketika dilakukan OTT.(us)