Tuesday, 17 October 2017

Djarot Enggan Beri Wejangan ke Anies-Sandi

Kamis, 12 Oktober 2017 — 22:25 WIB
Djarot Saiful Hidayat, Gubernur DKI Jakarta. (ikbal)

Djarot Saiful Hidayat, Gubernur DKI Jakarta. (ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Djarot Saiful Hidayat segera menanggalkan status Gubernur DKI Jakarta usai masa jabatannya berakhir pada 15 Oktober 2017. Kepemimpinannya di ibukota akan diteruskan pemenang Pilkada DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Meski sebagai pendahulu, Djarot enggan memberikan wejangan serta nasihat kepada Anies dan Sandi. Djarot menilai baik Anies maupun Sandi sudah matang.

“Enggak pernah kasih wejangan saya. (Mereka) sudah dewasa,” ujar Djarot di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Kamis (12/10/2017).

Mantan Walikota Blitar itu meyakini Anies dan Sandi sudah memahami permasalahan di Jakarta. Bahkan Djarot menilai pasangan yang pernah menjadi kompetitornya itu mampu melaksanakan tugas dengan kinerjanya bersama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Saya yakin beliau paham tentang Jakarta. Tentang tantangan Jakarta. Jangan meragukan. Saya enggak pernah meragukan. Saya optimis kepemimpinan berikutnya akan lebih baik daripada Basuki-Djarot,” imbuhnya.

Politisi PDI perjuangan berpandangan kemampuan Anies dan Sandi akan terlihat seiring berjalannya waktu. Menurutnya, periode kepemimpinan 2012-2017 dengan gubernur Joko Widodo, Ahok dan dirinya, sudah meletakkan dasar pembangunan. Ia pun berharap agar dapat diteruskan dengan baik.

“Tapi nanti waktu yang membuktikan. Yang penting kami sudah meletakkan satu standar, sistem, landasan . Apakah landasan ini bisa diteruskan ke tahun ke akan datang. Saya berharap sistem yang sudah bagus ini bisa diteruskan,” harap Djarot. (ikbal/yp)