Tuesday, 12 December 2017

Habis di-PHK, Dagangan Jaya Digusur Petugas

Kamis, 12 Oktober 2017 — 19:24 WIB
Petugas sedang melakukan pembongkaran lapak PKL yang memanfaatkan trotoar untuk jualan. (wandi)

Petugas sedang melakukan pembongkaran lapak PKL yang memanfaatkan trotoar untuk jualan. (wandi)

JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 22 lapak pedagang kaki lima (PKL) di trotoar Jalan Enim, Jalan Tongkol, dan Jalan Enggano, Tanjung Priok, di obrak-abrik ratusan anggota gabungan. Meski dalam penertiban berjalan lancar namun, salah seorang pemilik warung sempat protes karena lapaknya di bongkar.

“Pak kasihan kami, saya baru datang dari kampung dan baru dua hari ini jualan. Tapi sekarang malah dibongkar seperti, saya mohon agar bisa berjualan lagi,” kata Jaya, pedagang pakaian bekas 45 tahun.

Menurut pria asal Kuningan, Jawa Barat, ini berjualan hanya untuk menyambung hidup. Alasannya, ia dipecat dari salah satu perusahaan di kawasan Cilincing dan belum dapat pekerjaan lain.

Ia akhirnya menyadari kesalahannya setelah petugas memberi tahu kesalahannya jualan di trotoar yang merupakan fasilitas umum. “Saya rela lapak saya dibongkar, tapi saya juga berharap kepada pemerintah agar mencarikan lokasi untuk jualan lagi,” katanya.

Sementara itu, Lurah Tanjung Priok, Makmun, mengatakan operasi dilakukan guna mensterilkan trotoar dari PKL dan parkir liar. Sebab selama ini Kawasan Jalan Enim, Jalan Tongkol, dan Jalan Enggano marak pedagang kali lima dan menjadi daerah sasaran karena di wilayah ini masih terjadi pelanggaran di atas trotoar cukup tinggi.

“Kegiatan penertiban digelar berdasarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 99 tahun 2017 perihal Bulan Tertib Trotoar. Dalam operasi BTT sebanyak 22 lapak kami bongkar, selain itu juga menindak 10 sepeda motor yang parkir disekitar lokasi,” katanya. (wandi/yp)