Tuesday, 17 October 2017

Jokowi Ingatkan Warga Jangan Terlalu Mudah “Sekolahkan” Sertifikat

Kamis, 12 Oktober 2017 — 0:35 WIB
Sejumlah masyarakat Kota Tangsel yang menerima sertifikat tanah gratis dari Presiden Joko Widodo. (anton)

Sejumlah masyarakat Kota Tangsel yang menerima sertifikat tanah gratis dari Presiden Joko Widodo. (anton)

TANGERANG (Pos Kota) – Masyarakat yang menerima sertifikat tanah melalui program gratis dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) hendaknya jangan mudah ‘menyekolahkan’ atau mengadaikan ke bank untuk kebutuhan konsumtif atau yang tidak perlu.

“Saya titip dan minta masyarakat harus tetap mawas diri khususnya penerima sertifikat tanah jangan disalahgunakan untuk hal-hal yang konsumtif karena akan malah menjadi beban bagi masyarakat itu sendiri,” kata Presiden RI Joko Widodo memberikan pesan kepada masyarakat Indonesia khususnya Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang mendapatkan sertifikat gratis, di lapangan Puspitek, Kota tangsel, Rabu (11/10).

Kegiatan ‘menyekolahkan’ atau mengadaikan sertifikat tanah merupakan kebiasaan masyarakat Indonesia ke bank. Tidak ada yang melarang kalau sertifikat tanah itu diangunkan ke bank untuk jaminan kredit atau lainnya namun harus hati-hati dan cek dulu bunga serta kalkulasi pengembalian atau kemampuan mengembalikan pinjaman tersebut.

” Saya tahu kalo sudah jadi Sertifikat ini pasti mau disekolahkan. Engga apa-apa silahkan, mau dipakai agunan. Saya titip kalo mau pinjem bank itu hati-hati bunganya berapa,kalkulasi nya, jangan dimasukkan ke bank (jika tak sanggup bayar). Saya titip hati-hati,” ujar Joko Widodo.

Tidak hanya itu saja pesan yang disampaikan ke masyarakat penerima sertifikat tanah, Presiden juga menggingatkan agar masyarakat penerima sertifikat untuk memfotocopy sertifikat tanah yang telah dimiliki sebagai antisipasi bila sertifikat itu hilang masih memiliki bukti serta memudahkan untuk membuat kembali. “Saya titip beri plastik kalau sudah dipegang (sertifikatnya) jangan lupa di fotocopy. Takut kalau hilang nanti ada salinan foto copy sehingga tinggal datang ke kantor BPN bisa membuat sertifikat baru kembali,” tambah Presiden Jokowi. (anton)