Wednesday, 13 December 2017

Lulung : Jika Masuk Ancol Gratis, Aksi Premanisme Bisa Muncul

Kamis, 12 Oktober 2017 — 23:56 WIB
Anies salami Lulung

Anies salami Lulung

JAKARTA (Pos Kota) – Aksi premanisme di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, jangan sampai terjadi di Taman Impian Jaya Ancol (TIJA). Itulah salah satu faktor yang membuat DPRD DKI meminta Pemprov DKI mengkaji ulang rencana penghapusan tiket masuk tempat rekreasi keluarga tersebut.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Lulung Abraham Lunggana kepada Gubernur terpilih Anies Baswedan. “Kemarin, teman-teman dari Komisi B melakukan kunjungan ke TIJA dan membahas bersama pihak pengelola,” ujarnya pada acara Selamatan dan Doa Menyongsong Pelantikan Gubernur di gedung DPW PPP di Jl I Gusti Ngurah Rai, Jaktim, Kamis (12/10).

“Jadi dalam pembahasan tersebut muncul rasa khawatir dari banyak pihak, jika program masuk TIJA gratis direalisasi, maka akan muncul sejumlah kelompok preman seperti yang terjadi di kawasan Senayan, Pak Anies,” kata Lulung sambil menyebutkan bahwa Senayan dikuasai sejumlah etnis tertentu yang sebagian besar bermain di perparkiran.

Menurutnya, sebagian besar anggota Dewan terutama Komisi B sangat berharap kepada Anies untuk mempertimbangkan rencana gratis masuk Ancol. “Kita harus mempertimbangkan juga masalah keamanan dan kenyamanan pengunjung. Kalau masuk Ancol gratis tapi situasi nggak nyaman kan juga tidak enak bagi warga. Cuma mestinya tiket masuk sebesar Rp 25 ribu/orang itu diturunkan menjadi Rp 10 ribu,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Anies hanya menimpalinya dengan senyum. “Sampai hari ini, saya masih sebagai warga biasa, belum jadi gubernur. Jadi, saya belum bersedia berbicara soal program pemerintah. Nanti kalau sudah dilantik, saya baru mau bicara soal berbagai program dan kebijakan,” dalih Anies yang akan dilantik pada hari Senin mendatang. (Joko)