Tuesday, 17 October 2017

Masalah Keuangan Jadi Alasan Pengelola Tak Dapat Gratiskan Masuk Ancol

Kamis, 12 Oktober 2017 — 17:26 WIB
Dirut PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Paul Tehusijarana bersama Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (ikbal)

Dirut PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Paul Tehusijarana bersama Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Paul Tehusijarana mengatakan akan banyak masalah yang ditimbulkan jika kebijakan masuk Pantai Ancol secara gratis diterapkan. Paul menyebut pihaknya sebagai pengelola akan menghadapi berbagau persoalan dari masalah keuangan hingga hukum.

Selain kedua masalah tersebut, Paul juga memperkirakan permasalahan sosial dan keamanan juga mengancam Pantai Ancol. “Itu yang harus kita perhatikan selain dari masalah-masalah sosial, keamanan, yang harus dipikirkan supaya tetap aman dan melayani dengan baik,” katanya di Kawasan Ancol, Jakarta Utara, Kamis (12/10/2017).

Paul menjelaskan terkait masalah hukum yang bisa timbul, hal ini karena PT Pembangunan Jaya Ancol berstatus sebagai perusahaan terbuka (Tbk). Sehingga kebijakan gratis masuk juga harus mempertimbangkan pemwgang saham minoritas.

“Yang bisa timbul adalah masalah hukum, karena Ancol adalah perusahaan Tbk. Ada rambu-rambu yang harus kita penuhi. Sebagai perusahaan Tbk kita juga harus memperhatikan kepentingan pemegang saham minoritas,” terang Paul.

Selain itu, Paul juga mengkhawatirkan masalah keuangan yang akan timbul dari kebijakan itu. Dikatakan Paul, kinerja pengelolaan Pantai Ancol bisa terdampak jika keuangan terganggu.

“Kalau digratiskan dampaknya terhadap keuangan seperti apa? Kalau dampak keuangan membuat kinerja jadi jelek, kan berarti kita harus sampaikan lewat RUPS dan sebagainya,” tandas Paul.

Jika kebijakan itu diterapkan, pengelola berpotensi kehilangan pendapatan sebesar Rp500 juta hingga Rp1,5 miliar/hari.

Diperkirakan jumlah pengunjung pada hari biasa Senin-Jumat (weekdays) sekitar 10.000 sampai 20.000 orang melewati pintu gerbang Ancol. Sedangkan pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu jumlah pengunjung yang masuk ke Ancol mencapai 40.000 sampai 60.000 orang, bahkan bisa lebih jika masuk pada libur panjang atau libur nasional.

Saat ini Ancol masih menetapkan harga tiket masuk Rp25 ribu/pengunjung individu dewasa. Mobil tiket masuknya Rp25 ribu. Sedangkan sepeda motor Rp15 ribu dan bus Rp45 ribu . Artinya di hari biasa, pihak pengelola Ancol kehilangan pendapatan sedikitnya Rp500 juta/ hari. Sedangkan pada weekend dengan perkiraan pengunjung 60 ribu orang, Ancol kehilangan pendapatan sedikitnya Rp1,5 miliar/hari, atau dalam sepekan Rp5,5 miliar dari pendapatan tiket masuk. (ikbal/yp)