Wednesday, 13 December 2017

Pedagang Dekat Rumah Sandi Plong Boleh Tetap Dagang

Kamis, 12 Oktober 2017 — 15:36 WIB
Warsiah,50, dan istri Suciasih,42, pedagang warung nasi di samping rumah Wagub DKI Jakarta 2017-2022, Sandiaga Uno di Jalan Polombangkeng, Kelurahan Selong, Kebayoran Baru, Jaksel. (Rachmi)

Warsiah,50, dan istri Suciasih,42, pedagang warung nasi di samping rumah Wagub DKI Jakarta 2017-2022, Sandiaga Uno di Jalan Polombangkeng, Kelurahan Selong, Kebayoran Baru, Jaksel. (Rachmi)

JAKARTA (Pos Kota) – Warsiah,50, dan sang istri Suciasih,42, sempat was-was usaha warung nasi dan rokok yang sudah digeluti sejak belasan tahun bakal ditutup.

Maklum lokasi usahanya tepat di samping rumah pribadi Wakil Gubernur DKI 2017-2022, Sandiaga Uno di Jalan Polombangkeng, Kelurahan Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Namun hati ini plong setelah pak Sandi sendiri yang membolehkan kami untuk tetap dagang di sini seperti biasa, asalkan tetap menjaga kebersihan di sini,” kata Warsiah saat ditemui tengah bersiap-siap menutup warung nasinya, Kamis (12/10/2017).

Sebelumnya pria asal Pemalang, Jawa Timur ini sudah harus siap-siap angkat kaki oleh aparat setempat, begitu pasangan Anies-Sandi menang pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. Ia sempat kebingungan untuk mencari lokasi baru yang tentu sangat tidak mudah. Belum lagi bakal kehilangan pelanggan potensial.

“Pak Sandi sangat baik. Bahkan sering menyapa dan menanyakan bagaimana kondisi usaha saya,” ujar bapak dua anak yang tinggal di Kebayoran Lama.

Selain Sandi yang perhatian, sang istri Nur Asia juga dikenal ramah dan kerap memborong lauk pauk yang dijual Warsiah untuk dimakan sekeluarga, maupun untuk acara-acara terdekat yang disambanginya. Termasuk untuk konsumsi bagi wartawan yang meliput kegiatan Sandi di saat kampanye lalu.

“Pak Sandi dan bu Nur, keduanya memang ramah. Ibu (istri Sandi) sering melambaikan tangan dari mobil manakala baru datang ataupun saat hendak pergi,” timpal Suciasih semringah.

Warsiah menuturkan kedekatannya dengan keluarga Sandi berawal saat masih bujang dirinya bekerja dari 1983-1995 di rumah orangtua Nur Asia, yang merupakan mertua Sandiaga. Siangnya kerja lalu malamnya Warsiah dagang rokok di depan rumah Sandi. Usai selesai pembangunan rumah Sandi pada 2005, ia pindah ke sisi kanan hingga sekarang.

Keduanya mengaku bangga dan bersyukur memiliki Wagub DKI Jakarta yang peduli terhadap rakyat kecil. Mereka berharap usahanya dapat terus berkembang dan ingin bisa masuk dalam program OK OCE yang digagas Sandi.

Berjualan nasi dan lauk pauk dilakoni pasangan suami istri ini hanya dari Senin hingga Jumat mulai pukul 10.00-13.00. Mereka sudah memiliki banyak pelanggan yang mayoritas karyawan perkantoran di sekitar Polombangkeng. Dengan menjajakan sekitar 25 jenis lauk pauk yang dibandrol mulai harga Rp15.000 per porsi berikut nasi, sayur, dan teh tawar, membuat dagangan Warsiah dan Suciasih laris manis setiap hari. Bahkan sejumlah pembeli harus sabar ngantri untuk bisa dilayani makan siang.

“Alhamdulillah, dari usaha warung nasi dan dagang rokok sehari-harinya bisa dapat Rp1 juta,” ungkapnya senang.

Untuk menjaga kebersihan lingkungan, Warsiah tidak menggunakan piring kaca tapi piring dari rotan. Begitu pula dengan gelas, supaya praktis digunakan gelas plastik sehingga tidak mencuci piring. Keduanya sangat sadar berjualan di dekat rumah DKI 2 tetap harus menjaga keindahan dan kebersihan lingkungan sekitar.

(rachmi/sir)