Wednesday, 13 December 2017

Utamakan Paugeran Kraton Atau Kepentingan Keluarga?

Kamis, 12 Oktober 2017 — 6:50 WIB
hamengku

BARU Selasa (10/10), Sultan HB X dilantik Presiden Jokowi sebagai Gubernur DIY, tapi hari berikutnya di Kraton Yogyakarta sudah terjadi ‘gejolak’. Majelis Permusyawaratan Rakyat Yogyakarta sampaikan petisi yang isinya minta ahli waris Sultan HB IX selamatkan Dinasti Kraton Yogyakarta. Secara tak langsung petisi itu menyindir Sultan HB X, mau utamakan paugeran Kraton atau pentingkan keluarga?

Di seputar pelantikannya sebagai Gubernur DIY kembali, Sultan HB X di Istana Negara sempat mengatakan bahwa sampai 5 tahun ini tak ada suksesi di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Lalu katanya, “Biarpun saya makin tua, ya mestinya akan terjadi suksesi (kelak). Yang jelas, lima tahun ini kan nggak. Semoga panjang umur saja.”

Seperti telah diakui oleh Ngersa Dalem sendiri, suksesi itu pada saatnya nanti akan terjadi. Tapi Sultan akan semakin tenang, karena MK telah membenarkan bahwa Gubernur DIY tidak harus seorang lelaki. Itu artinya, Pangeran Mangkubumi GRAY Nurmalita Sari sebagai Sultan HB XI nantinya otomatis akan menjadi Gubernur DIY pula.

Tapi akankah suksesi berjalan semulus itu? Meski Sultan HB X telah mengangkat anak perempuan sendiri sebagai calon Sultan HB X, para adik Ngersa Dalem menentangnya, karena itu melawan paugeran Kraton. Paugeran itu adalah: jika raja tidak punya anak lelaki, maka Sultan berikutnya harus belok ke adik lelakinya.

Kemarin MPR Yogyakarta berkirim petisi bertajuk “Selamatkan Dinasti Hamengku Buwono” di dalem Yudonegaran. Kepada ahli waris Sultan HB IX diminta untuk: supaya memperhatikan hasil permufakatan keluarga pada tanggal 7 Maret tahun 1989. Tanggal itu adalah hari dilantiknya Sultan HB X sebagai raja Kraton Yogyakarta menggantikan sang ayah Sultan HB IX.

Secara tak langsung petisi itu ingin mengatakan, Raja Yogyakarta harus selalu anak lelaki. Sedangkan yang terjadi sekarang, Ngersa Dalem memaksakan kehendak, putrinya yang bakal menjadi penerus dinasti Kraton. Cara ini terkesan sekali bahwa Ngersa Dalem mementingkan keluarga sendiri dengan mengesampingkan paugeran kraton.

Akankah suksesi itu berjalan mulus kelak? Bila adik-adik Sultan terkesan diam sebetulnya sekedar mengalah saja. Nantinya bila benar-benar Sultan HB X telah mangkat, pelantikan Nurmalita Sari sebagai Sultan HB XI bisa jadi akan diganjal. Jaman sebelum merdeka bisa manfaatkan pengaruh pemerintah Belanda, kalau sekarang?
-slontrot