Thursday, 19 October 2017

Saat Suami Piket di Polres

Bandit Nekat, Istri Polisi Dirampok di Asrama

Jumat, 13 Oktober 2017 — 19:37 WIB
Istri polisi yang jadi korban perampokan

Istri polisi yang jadi korban perampokan

BOGOR (Pos Kota) – Seorang anggota Polresta Bogor Kota yang sedang piket, ditelepon istrinya mengabarkan, jika dirinya baru saja dirampok.

Dua pelaku yang memasuki rumahnya di asrama polisi (Aspol) Cibalagung Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor dengan memakai penutup wajah.

Atas kejadian Jumat (13/10/2017) pagi ini, korban menderita kerugian berupa perhiasan emas, HP dan uang tunai.

Kasubag Humas Polresta Bogor Kota, AKP Syarief Hidayat mengatakan, dua pria tak dikenal memasuki rumah Briptu Harry Prasetio sekitar pukul 02.45 WIB.

Saat dua perampok masuk, Briptu Harry sedang piket jaga di SPKT Polresta. Yang ada dalam rumah di Aspol Cibalagung di Kampung Cibalagung Kelurahan Pasir Kuda Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor, hanya Diyanti Wulandari, istrinya.

“Yang telepon mengabarkan kejadian perampokan istrinya. Awal telepon istri, Briptu Harry tidak angkat. Ia baru baca pesan istri mengabarkan kejadian, setelah baca Wattsapps. Briptu Harry memberitahukan ke atasannya bahwa rumahnya kerampokan. Selanjutnya bersama piket SPK dan Reskrim ke TKP, dan ternyata benar rumahnya telah kerampokan dan kondisi kamar acak-acakan,”kata AKP Syarief.

Atas kejadian ini, istri anggota Polri ini shock.

Dari keterangan korban, pelaku dua orang menggunakan penutup wajah. Pelaku menodong senjata tajam ke lorban sambil mengancam akan menghabisi nyawanya, jika melawan.

Hasil olah TKP, pelaku masuk ke rumah dengan cara mencongkel pintu utama. Saat didalam, pelaku membangunkan korban yang sedang tidur. Selanjutnya dua pelaku mengancam dengan menodongkan senjata pisau dan golok kepada korban.

Mereka memaksa korban untuk menunjukan tempat penyimpanan uang dan perhiasan.

“Karena takut nyawanya terancam, korban yang tidak berdaya karena dalam ancaman kekerasan, lalu menunjukan tempat penyimpanan perhiasannya. Pelaku mengambil barang berharga berupa perhiasan emas, cincin 5 gram, anting 2 gram, kalung emas berikut surat perhiasannya dan uang sebesar Rp100 ribu dan 1 HP merk Samsung Galaxy J-1 Ace warna biru tua,”ujar AKP Syarief. (yopi)