Thursday, 19 October 2017

Betah di Bagian Pemasaran Ternyata Kencani Kliennya

Jumat, 13 Oktober 2017 — 7:16 WIB
nga

NAIK jabatan itu kehormatan, tapi Ny. Nurindah, 37, justru ogah. Dia malah betah di bagian pemasaran. Rahasianya ternyata, dia bisa kencan berganti-ganti dengan para klien. Nurindah memang cantik, sehingga banyak klien yang tertarik. Enak bagi Nurindah, tapi sesak napas bagi suami di rumah.

Menjadi tenaga pemasaran sering diemohi pencari kerja. Selain bertenaga ekstra, harus pintar bicara sehingga calon klien atau nasabah tertarik dan siap membeli produknya. Dan karena banyak konsumen yang tertarik pada penampilan wanita cantik, maka tenaga wanita yang cantik banyak dipasang di bagian ini.

Ny. Nurindah warga Pucang Surabaya, adalah salah satu tenaga pemasaran di hotel beken di Surabaya. Dia berawal dari pelayan biasa. Tapi karena berwajah cantik dan supel, akhirnya dipromosikan di bagian sales. Hasilnya bagus, terrbukti tingkat kunjungan ke hotel itu meningkat.

Nurindah kemudian mau dinaikkan sebagai menejer pemasaran, ternyata tidak bersedia. Dia memilih di pos yang lama. Katanya di pos ini menjadi banyak hubungan dengan publik, sekaligus memperluas relasi dan pergaulan. Benarkah demikian? Ternyata bukan itu. Nurindah tak hanya bisa memperluas pergaulan, tapi juga lebih leluasa digauli oleh lelaki lain yang bukan suaminya.

Terus terang saja, selain cantik dia ini termasuk wanita yang punya gairah tinggi dalam urusan ranjang. Di Surabaya Nurindah suka jalan ke hipermarket, tapi sesungguhnya juga hiperseks! Suami pertama diceraikan juga karena tak memuaskan dalam urusan ranjang. Kayak iklan di TV saja, durasinya pendek sekali, betul-betul seperti ayam.

Awalnya Nurindah menganggap hal itu wajar saja. Tapi setelah sekali waktu diajak kencan dengan klien, lho…..kok pelayanan lelaki ini luar biasa. Ibarat buku, tidak sekali tamat, tapi berjilid-jilid. Dan ternyata Nurindah juga sangat menikmati, meski hal itu mestinya tak dilakukan. Di samping dilarang agama, kan juga mengkhianati suami.

Bertemu dengan klien yang lain, ternyata sama juga primanya. Tiga-empat kali ganti pasangan berlangsung sangat memuaskan, Nurindah pun lalu berkesimpulan bahwa Widodo, 40, suaminya memang ayam sayur. Langsung saja dia minta cerai, karena ingin dapat suami yang bisa manandingi para klien di atas ranjang.

Sejak dua tahun lalu dia menikah dengan Sumbogo, 35, 2 tahun lebih muda. Dia berharap suami baru itu bisa rosa-rosa seperti Mbah Marijan. Tapi ternyata sama saja, hanya sedikit lebih baik. Kalau sekolah begitu, suami pertama hanya dapat nilai 5. Sumbogo bisa dapat nilai 7 tanpa melalui rapat wali kelas.

Demikianlah, Nurindah terus mencari pemuas dahaga bersama klien dan kenalan. Hasilnya, selalu lebih memuaskan dengan yang tidak resmi. Bersama suami di rumah, seperti lagu wajib saja, tiga perempat dengan nada dasar C. Padahal dengan para klien, bisa pakai lagu pilihan, bisa kroncong, dangdut bahkan seriosa. Pokoknya semangatnya lain.

Awalnya suami tak tahu kelakuan Nurindah. Tapi begitu tahu, tentu saja kaget. Jadi tenaga pemasaran ternyata “barang” sendiri ikut dipasarkan. Sumbogo minta istri mengakhiri aksi mesumnya, ternyata Nurindah memilih cerai saja ketimbang mau dimonopoli. Kini keduanya mengurus gugatan cerai di Pengadilan Agama Surabaya.

Nurindah maunya bersambung, suami mampunya sekali muat, itupun hanya sekolom! (JPNN/Gunarso TS)