Monday, 23 October 2017

Di Usia 61 Tahun Baru Terkenal

Jumat, 13 Oktober 2017 — 2:36 WIB
Suhandi alias Wak Saum

Suhandi alias Wak Saum

SOSOK Wak Saum dalam serial Dunia Terbalik yang ditayangkan RCTI, cukup menyita perhatian pemirsa televisi. Orang tua dengan karakter bijak, pasrah, rendah hati dan pengalah. Namanya sontak melejit, naik ke jajaran aktor sinetron papan atas.

“Alhamdulillah, sekarang orang mengenal Wak Saum, ke mana-mana kalo jalan suka dipanggil, suka sebut nama peran saya itu,” ujar Suhandi alias nama bekennya Andi Bersama.

Pria 61 tahun ini tengah memetik keberhasilan di masa tuanya selepas berkarir sebagai pemain teater, wartawan budaya, sastrawan selama puluhan tahun.

“Saya sangat bahagia dengan rizki ini, meski datang justru di usia senja. Inilah perjuangan,” ungkapnya.

Berkat Dunia Terbalik itu pula, tawaran main film layar lebar pun berdatangan. Salah satu yang sudah dilakoninya adalah film Jembatan Pensil, berpasangan dengan aktris kaliber Meriam Bellina. “Tawaran ada terus, tapi saya masih sibuk di Dunia Terbalik, kalo ada waktu tawaran film pasti saya terima,” ungkap Andi.

Seniman kelahiran Jakarta, 25 Mei 1956 ini jauh sebelumnya malang-melintang di dunia sanggar, seperti Sanggar Anak Bulungan.

Meski bergelar Bachelor of Arts (BA) dari Sekolah Tinggi Publisistik (STP) – sekarang IISIP Jakarta – ayah dari tiga putri dari pernikahannya dengan Dewi Andriani ini tidak sungkan untuk begadang di sanggar-sanggar seni, di GOR-GOR di Jakarta.

Di sana Andi mengabdikan diri untuk urusan teater. Bersama Teater Kubur dan sanggar drama dan film teater Populer serta beberapa grup teater professional lainnya, Andi menikmati hidup dan karirnya tanpa beban. Dia menjadi pemain, sutradara, penulis naskah sekaligus guru teater di beberapa sekolah dan komunitas.

“Selain itu saya juga aktif menjadi wartawan freelance, sesuai dasar pendidikan saya,” ungkap Andi yang pada Pebruari lalu melakoni Pentas Rose van Tjikembang-Titimangsa dan Pentas Kolaborasi Gladiator Planet Hollywood, karya sutradara Rudi Aryanto di Auditorium Bulungan, Jakarta Selatan, Monolog 6 Menit Katup di lobby Teater Kecil TIM, Pentas ON OFF di Auditorium Bareilly India.

ASISTEN SUTRADARA

Andi juga pernah menjadi Asisten Sutradara Arswendo Atmowiloto dalam pementasan Papua Cinta tahun 2011 lalu serta performance di Setagaya Arts Centre, Tokyo-Jepang sebagai aktor dengan Teater Kubur.

Pada tahun 2004 Andi dinobatkan sebagai Sutradara terbaik I Festival Teater Anak 2004, Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI lewat pementasan Dongeng Koboi Konyol dan juga sebagai Penulis Cerita Anak Terbaik I, dengan judul yang sama.

Andi juga beberapa kali menerima penghargaan dari Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta. Dua kali meraih gelar Sutradara Terbaik III Festival Teater Remaja (sekarang Festival Teater Jakarta), 1982-1983 saat mementasan Perampok (karya JF Schiller/adaptasi WS Rendra), dan Sumur Tanpa Dasar (Arifin C.Noer).

Selain film panjang Jembatan Pensil, film pendek Tugas Akhir Mahasiswa BSI Jakarta Juli 2016 dan main dalam sinetron serial Para Pencari Tuhan, sinetron Pacar dari Langit, film pendek Thief, Temaram atau Jangan Tidur. Tahun 2014 bermain di film Hijab sutradara Hanung Bramantyo, Hijrah Cinta.

Meski sudah puluhan judul sinetron dan film dilakoni Andi, peran Wak Saum di sintron Dunia Terbalik tapi yang melambungkan namanya. “Selagi masih sehat, otak dan fisik masih bisa bekerja, saya akan terus eksis di jalur seni dan budaya,” tegas Andi. (ali/d)