Thursday, 19 October 2017

Duel Ala Gladiator Siswa SMP di Sukabumi Diduga Libatkan Alumni

Jumat, 13 Oktober 2017 — 14:38 WIB
ilustrasi

ilustrasi

SUKABUMI (Pos Kota) – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menduga, terjadinya duel ala gladiator siswa SMP di Sukabumi kemungkinan melibatkan siswa senior dan alumni dua sekolah yang terlibat. Hal ini mengacu pada kasus serupa di Bogoryang lalu. Senior mencoba mengkader calon petarung.

“KPAI tentu berharap agar polisi juga mengungkapkan para siswa senior dan alumni yang diduga terlibat dalam duel Gladiator ini, kepentingannya untuk memberikan efek jera sekaligus memutus mata rantai kekerasan yang terjadi,” tegas Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti, Jumat (13/10/17).

Menurut Retno, hasil pengungkapan kepolisian akan menjadi dasar bagi pihak sekolah melakukan upaya-upaya pembenahaan dan mendorong terwujudnya Sekolah Ramah Anak (SRA). Sekolah harus mampu bersinergi dengan para orangtua siswa di sekolahnya untuk mewujudkan SRA dan memutus mata rantai kekerasan.

(Baca: KPAI: Siswa SMP di Sukabumi yang Duel Ala Gladiator Itu Korban)

 

“Keterlibatan siswa senior dan alumni sebagai pelaku kekerasan dan pemaksaan untuk tarung gladiator haruslah di selesaikan dengan sungguh-sungguh dan tuntas oleh pihak sekolah dengan melibatkan orangtua siswa dan dinas pendidikan setempat,” urai Retno.

Diberitakan, duel ala gladiator beberapa siswa yang berasal dari dua SMP berbeda itu terekam video dengan durasi lebih dari lima menit ini menyebar di jejaring sosial, seperti Youtube dan Faceebook. Peristiwa itu diduga terjadi di sebuah kebun di kawasan Cijangkar, Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang pada Jumat, 22 September lalu.

Dalam video itu, masing-masing pelajar dari dua sekolah menyiapkan “jagoannya” untuk bertarung. Setelah siap, dengan arahan wasit yang diduga dari alumni kedua sekolah, mereka berduel layaknya pertandingan martial mixed arts (MMA). Ketika salah seorang dari dua petarung terluka atau menyerah, pertandingan itu dihentikan wasit. Pertandingan dilanjutkan dengan petarung lainnya. (sule/win)