Friday, 20 October 2017

Film ‘Duka Sedalam Cinta’ Ekplorasi Keindahan Halmahera

Jumat, 13 Oktober 2017 — 5:35 WIB
Film ‘Duka Sedalam Cinta’

Film ‘Duka Sedalam Cinta’

JAKARTA (Pos Kota) – Di tengah kecenderungan sineas mengeksplorasi keindahan alam daerah dan kearifan budaya lokal, film Duka Sedalam Cinta hadir. Tentu saja ini angin segar bagi industri wisata daerah, dimana kini sebagian para sineas menolehkan wajahkan ke daerah yang memiliki destinasi wisata.

Film Duka Sedalam Cinta mengangkat keindahan Halmahera Selatan dan Ternate di Maluku Utara. Apalagi didukung deretan aktor dan aktris kondang, seperti Mathias Muchus, Wulan Guritno, dan Kusnandar, Ali Syakieb, Epy Chikita Fawzi

Film garapan sutradara Firmansyah ini siap diputar di bioskop mulai 19 Oktober nanti.

“Kami suting di pulau tanpa penghuni di salah satu gugusan pulau Widi, pulau Kasiruta, daerah pembuatan batu bacan Doko di Halmahera Selatan. Senang bisa mengangkat kearifan lokal di sana. Pemandangannya pun menakjubkan,” ujar Helvy Tiana Rosa, sang produser.

Sementara sang kreator, Firmansyah tidak menampik bahwa film Duka Sedalam Cinta (DSC) dibuat sebagai lanjutan dari film Ketika Mas Gagah Pergi. “Betul, film ini adalah lanjutannya. Mereka yang belum pernah menonton KMGP tetap bisa mengikuti kisahnya sebagai film yang berdiri sendiri,” ujarnya.

Wulan Guritno mengaku senang menjadi bagian dari film DSC. “Saya belajar Islam lagi melalui film ini,” akunya. Pemain lain, Epy Kusnandar ikut menandaskan, dia merasa semakin memahami makna hakikat hijrah.

“Sebelumnya saya sering su’uzhon sama orang-orang yang istiqomah. Film ini membuka mata saya tentang hakikat hijrah,” jelas pemain serial Preman Pensiun. Di sini pun Epy menjadi preman yang sudah insyaf.

Ada tokoh-tokoh baru yang unik dan menginspirasi seperti Nadya Hayuningtyas yang diperankan Izzah Ajrina yang memutuskan berhijab justru saat kuliah di Amerika. Ada penampilan ustaz muda kondang Salim A Fillah sebagai Kyai Ghufron, penampilan novelis Asma Nadia, hingga hadirnya Bupati Halmahera Selatan, Drs. Bahrain Kasuba, MPd sebagai cameo.

Maestro musik Indonesia, Dwiki Dharmawan juga terlibat. Bersama Czech Symphony dia mengaransmen lagu Pesan Cinta yang menjadi soundtrack dinyanyikan oleh Ita Purnamasari serta Kupilih (Hamas Syahid) dan lagu Rabbana (Indah Nevertari).

Film Duka Sedalam Cinta bercerita tentang seorang pemuda bernama Gagah (diperankan Hamas Syahid). Ia adalah seorang pemuda tampan, yang cerdas dan juga idola para gadis, yang mana dirinya mengalami sebuah kecelakaan di suatu daerah di Maluku Utara. Kemudian dia ditolong oleh Yudi (Masaji Wijayanto) dan abangnya, Kyai Ghufron (Salim A. Fillah). Gagah kemudian tinggal di pesantren milik dari Kyai tersebut serta dirinya banyak belajar tentang Islam.

Gagah berubah, saat dirinya pulang dari Maluku Utara. Mama (Wulan Guritno) dan adiknya, Gita (Aquino Umar) sulit menerima perubahan tersebut. Gita malahan sampai memusuhi Gagah. Berbagai macam peristiwa pun terjadi. Dari Gita menolong Yudi yang tengah terluka pada saat melerai tawuran di atas bus kota. Gita juga berkenalan dengan Nadia (Izzah Ajrina) dan ibunya (Asma Nadia) yang baru saja kembali dari Amerika.

Sementara itu Gagah berusaha keras untuk berbaikan dengan Gita. Gagah menjadi seorang relawan rumah cinta untuk pendidikan anak-anak dhuafa di pinggiran kota Jakarta, bersama dengan tiga preman insyaf (Epi Kusnandar, Abdur dan M. Bagya) menyiapkan sebuah rencana yang dapat mengubah segalanya.

Akan tetapi sesuatu terjadi, yang membuat Gagah, Yudi, Gita dan Nadia bertemu dalam sebuah jalinan takdir. (ali/d)