Tuesday, 17 October 2017

Ikuti Jejak Amerika Serikat, Israel Juga Keluar dari UNESCO

Jumat, 13 Oktober 2017 — 6:15 WIB
UNESCO mengatakan keputusan Amerika Serikat keluar dari organisasi itu disesalkan.

UNESCO mengatakan keputusan Amerika Serikat keluar dari organisasi itu disesalkan.

AMERIKA- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan negaranya akan mengikuti jejak Amerika Serikat untuk mundur dari badan kebudayaan PBB, UNESCO.

Perdana menteri menginstruksikan kepada Kementerian Luar Negeri untuk menyiapkan pengunduran diri Israel dari organisasi bersama Amerika Serikat.” Demikian bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Kamis (12/10).

Ditambahkan oleh Netanyahu keputusan Amerika itu sebagai langkah berani dan bermoral.

Langkah Israel diumumkan hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat menyatakan mundur dari UNESCO, setelah menilai bahwa lembaga tersebut antara lain ‘anti terhadap Israel’.

Kementerian Luar Negeri di Washington mengatakan hari Kamis (12/10) bahwa UNESCO memerlukan ‘reformasi fundamental’.

Juru bicara Kemenlu AS, Heather Nauert, mengatakan pemerintah AS mengambil keputusan ini setelah melalui pertimbangan yang sangat mendalam.

“Ini mencerminkan kekhawatiran pemerintah Amerika… UNESCO perlu melakukan reformasi fundamental,” kata Nauert.
Disesalkan

Dikatakan pula, setelah mundur maka Amerika Serikat -yang dikenal sebagai salah satu pendiri UNESCO- akan berperan sebagai negara pemantau.

Berdasarkan peraturan UNESCO, pengunduran diri AS dimulai pada Desember 2018 dan hingga periode ini AS tetap menjadi anggota penuh dan akan mengirim iuran anggota sebesar US$80 juta atau Rp1 triliun per tahun.

Direktur UNESCO, Irina Bokova, mengatakan pihaknya menyesalkan keputusan pemerintah AS.

“Ketika konflik menghancurkan komunitas di berbagai belahan dunia, sangat disayangkan Amerika memutuskan menarik diri dari lembaga PBB yang mempromosikan perlunya perlindungan bagi kebudayaan-kebudayaan yang terancam,” kata Bokova.
Israel ‘marah’

“Ini adalah kerugian besar bagi keluarga besar PBB,” imbuh Bokova.

Washington memangkas kontribusi finansial terhadap UNESCO setelah organisasi yang berpusat di Paris ini memasukkan Otorita Palestina sebagai anggota secara penuh pada 2011.

Beberapa waktu lalu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengecam keras UNESCO karena memutuskan Kota Lama Hebron di Tepi Barat sebagai Warisan Dunia.

Tahun lalu, Israel membekukan kerja sama dengan UNESCO setelah badan PBB ini mengadopsi resolusi yang tidak lagi menyertakan kaitan Yahudi dengan satu tempat suci di Jerusalem.

Sejak Presiden Donald Trump berkuasa, AS mundur dari kerja sama perdagangan Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) dan kesepakatan iklim yang disetujui di Paris. Trump juga menyebut kerja sama pertahanan Atlantik Utara NATO sudah tak lagi relevan.

Sejumlah diplomat mengatakan khawatir dengan dampak dari berkurangnya intensitas AS dalam urusan-urusan internasional.

Seorang diplomat di UNESCO kepada kantor berita Reuters mengatakan bahwa ketiadaan Amerika Serikat atau negara besar mana pun yang punya pengaruh adalah kerugian yang besar.

UNESCO bisa menjadi forum untuk mempromosikan nilai-nilai yang penting bagi AS sendiri seperti pendidikan dan kebudayaan, katanya.(BBC)