Thursday, 19 October 2017

Jangan Lupa Janji, Ya?

Jumat, 13 Oktober 2017 — 6:56 WIB
bak

“SEBENTAR lagi punya gubernur dan wakil gubernur baru ya? Kalau gitu ayo kita minta apa yang pernah mereka janjikan kepada warga? Bapak mau apa? Mau kredit rumah, atau minta modal untuk usaha. Boleh. Silakan. Inget tuh, kalau mau kredit rumah nggak usah pakai DP!” kata sahabat Bang Jalil, yang bicara jarak jauh melalui HP.” Ya, syukur , cicilannya juga kecil, ringan. Mau Pak? “

Bang Jalil, seperti biasa cuma menjawab, ya,ya,ya doang. Biar cepat lah, nggak bertele-tele. Ya, tugas dan kewajiban pejabat baru, di mana pun mereka menjabat, sangat padat. Dan bisa jadi super sibuk, pada awal kerja mereka.

Paling sederhana misalnya, akan kebanjiran ucapan ‘selamat’ dari koleganya. Ucapan bisa melalui karangan bunga, SMS,WA, FB, atau berhalo-halo. Bisa juga langsung datang ke kantor, sekalian nagih janji. “Dulu saya yang ikut kampanye di wilayah Anu, di tempat itu menang sekian presen! Saya minta proyek, ya Pak Gubernur!”

“O, iya apa Bapak waktu itu ikut jadi tim sukses?” tanya si penelepon lagi. Bang Jalil nggak menjawab, dia malah mematikan HP-nya.

“Emang Bapak mau minta jatah sama Pak Gubernur?” tanya sang istri sambil menyodorkan kopi panas.

Bang Jalil menyeruput kopi. Hujan tiba-tiba turun lebat, satu dua jam, dan genangan mulai masuk ke rumah penduduk. Dan so pasti, jalan raya tergenang pula. Lalu lintas, macetlah!

“Kapan kita nggak kebanjiran, Pak,” tanya sang istri.

“Nanti, kalau kemarau!”

“Kalau musim hujan lagi?”

“Ya, banjir…! Jawab Bang Jalil sambil merebahkan tubuhnya di balai-balai, dan memejamkan mata, tidur. Siapa tahu mimpi dipanggil gubernur? -massoes