Monday, 11 December 2017

Masyarakat Tangsel Siap Perangi Peredaran Narkoba di Wilayahnya

Jumat, 13 Oktober 2017 — 14:42 WIB
Kepala BNN Kota Tangsel AKBP Heri Istu saat sosialisasi serta penyuluhan bahaya narkoba, PMKS dan HIV. (anton)

Kepala BNN Kota Tangsel AKBP Heri Istu saat sosialisasi serta penyuluhan bahaya narkoba, PMKS dan HIV. (anton)

TANGSEL (Pos Kota) – Masyarakat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) khususnya daerah rawan peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya (Narkoba) lainnya,  siap membantu pemerintah maupun jajaran kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memerangi masalah tersebut.

“Kami siap memerangi peredaran narkoba di lingkungan, karena  sangat membahayakan bagi kelangsungan generasi muda di masa mendatang,” ujar Ny. Tuti, warga Kec. Pamulang usai mengikuti sosialisasi penanggulangan narkoba, PMKS dan HIV bagi generasi muda, Jumat (12/10).

Terlebih setelah mengetahui dan mendengar bahwa lingkungan di beberapa kecamatan yang ada di Kota Tangsel khususnya Kec. Pamulang, Ciputat serta Pondok Aren sangat rawan dengan maraknya peredaran narkoba di kalangan generasi muda belakangan ini.

Dua Kecamatan  Rawan

Sementara itu, Kepala BNN Kota Tangsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Heri Istu, mengatakan peredaran narkoba golongan 1 jenis ganja belakangan menjadi yang terbesar pengguna atau pemakai di kalangan generasi muda di atau pelajar di Kota Tangsel,  setelah narkoba jenis sabu dan ekstasi serta lainnya.

“Hasil penelitian serta survai maupun pemantauan dari tujuh kecamatan ada dua kecamatan di Tangsel yaitu Kec. Pamulang dan Ciputat sangat rawan peredaran dan pemakaian narkoba golongan 1 jenis ganja, ujarnya.

Untuk narkoba jenis sabu, lanjutnya,  Kec. Pondok Aren perlu mendapatkan perhatian serius, apalagi dengan adanya pemakaian obat-obatan daftar G seperti tramandol dan PCC.

Perhatian atau pengawasan terhadap anak di rumah setelah sekolah, tambah AKBP Heri Istu sangat diperlukan untuk mengantisipasi kenakalan remaja termasuk penyalah gunaan narkoba.

“Ajak anak  bekomunikasi atau mengajak ngobrol usai pulang sekolah atau malam hari. Periksa tas dan tanyakan aktivitas belajar di sekolah dan lainnya.  Data peredaran narkoba di Kota Tangsel yang paling banyak adalah narkoba jenis ganja dan sabu untuk obat-obatan seperti PCC belum ada,” katanya. (anton/tri)