Wednesday, 13 December 2017

No Bra Day: Kekhawatiran Pendiri Kampanye Kanker Payudara Pakai Lemon

Jumat, 13 Oktober 2017 — 20:14 WIB
Perempuan dianjurkan untuk memeriksa diri sendiri.

Perempuan dianjurkan untuk memeriksa diri sendiri.

NO Bra Day, atau hari tanpa kutang, diperingati untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker payudara namun pendiri kampanye “Kenali Lemon Anda” khwatir banyak perempuan belum paham gejalanya.

Corrine Beaumont, pendiri yayasan nonprofit Worldwide Breast Cancer, menyatakan hanya sekitar 2% perempuan yang mengetahui gejala kanker payudara dan bahwa “harus dikaji kembali bulan kesadaran kanker payudara.”

lemon

Bulan Oktober ditandai sebagai bulan untuk mengangkat kesadaran tentang kanker payudara dan setiap 13 Oktober dirayakan sebagai hari tanpa kutang, No Bra Day, dengan tujuan agar kaum perempuan memeriksa diri sendiri.

Sebelum memasuki bulan Oktober, melalui blog dengan tautan di akun Facebooknya, Corrine menulis, “Saya melihat kita memakai baju pink di supermarket… menyaksikan pemain bola memakai kostum pink. Namun saya tak melihat kita belajar sesuatu yang baru.”

Survey baru-baru ini dari 19.000 perempuan menunjukkan begitu rendahnya pengetahuan tentang kanker payudara, kata Corrine.

Hanya 2% tahu gejala kanker payudara

“Hanya 2% yang tahu gejala kanker payudara bukan hanya benjolan, namun banyak lagi, 42% merasa tak yakin mereka dapat melihat ada perubahan yang menunjukkan kanker payudara,” kata Corrine.

“Apa? Hanya 2% dari kita yang tahu gejalanya? Namun kita pakai baju, pita dan kaus kaki pink! Kita lari maraton! Kita membaca situs-situs terkait!” tambahnya.

No Bra Day sendiri dimulai pada 2011 dan dilakukan melalui media sosial dengan tagar #nobraday untuk mendukung kampanye pentingnya menjaga kesadaran terkait kanker payudara.

Keprihatinan tentang gejala kanker payudara inilah yang mendasari Corrine, seorang desainer muda di Inggris yang menciptakan kampanye “Kenali Lemon Anda”, unggahan yang dibagikan lebih dari 32.000 kali pada beberapa hari setelah diluncurkan pada Januari tahun ini.

Dua nenek Corrine meninggal karena kanker payudara pada usia 40 dan 62 tahun dan saat itu ia tidak memiliki banyak informasi tentang gejala kanker sehingga langsung memulai riset sendiri.

Dia memilih jeruk sebagai perbandingan payudara dan membuat perbandingan yang sederhana dan menunjukkan seperti apa bentuk payudara yang mengalami gejala kanker.

Corrine menggambarkan 12 jeruk dalam kontak sebagai gambar yang dapat membantu perempuan mengatasi ketakutan tentang penyakit ini.

“Terkadang pasien tidak mau membicarakan tentang payudara mereka atau melihatnya,” kata Corrine.

Posisi dan bentuk puting
Kampanye menggunakan lemon ini telah digunakan untuk memberi edukasi di Amerika Serikat, Spanyol, Turki, dan Lebanon serta diterjemahkan ke dalam 16 bahasa.

Kampanye ‘Know Your Lemons’ telah dilakukan sejak 2003, namun mulai awal tahun ini menyebar cepat setelah disebar oleh Erin Smith Chieze.

Erin didiagnosa kanker payudara stadium 4 setelah memeriksa payudaranya sesudah melihat gambar jeruk yang menunjukkan bentuk payudara.

“Tanpa melihat gambar dengan informasi yang jelas, saya tidak akan pernah tahu apa yang saya periksa,” tulis Erin saat itu di akun media sosialnya.

Banyak yang mengatakan kampanye ‘Know Your Lemons’ ini membawa pesan yang jelas tanpa penjelasan panjang melalui kata-kata.

Survey yang dilakukan terhadap 1.000 perempuan oleh yayasan Breast Cancer Care menunjukkan sepertiga tidak memeriksa payudara secara reguler untuk melihat tanda-tanda kanker.

Sekitar 96% perempuan mengetahui bahwa benjolan merupakan gejala kanker, namun lebih dari seperempat tak tahu bahwa puting yang masuk juga merupakan gejala.

Daerah seputar puting yang kehitaman juga merupakan gejala yang cukup umum pada penderita kanker payudara, menurut NHC Choices, badan kesehatan di Inggris.

Dalam 9 dari 10 kasus benjolan bukanlah kanker, namun memeriksa ke dokter selalu dianjurkan.

Gejala lain termasuk perubahan kulit di seputar payudara serta posisi puting.(BBC)