Monday, 23 October 2017

Pabrik Miras Oplosan Digerebek Sat Narkoba Polres Jakut

Jumat, 13 Oktober 2017 — 14:03 WIB
Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono memeriksa pemilik bersama karyawan pabrik miras oplosan. (ilham)

Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono memeriksa pemilik bersama karyawan pabrik miras oplosan. (ilham)

JAKARTA (Pos Kota) – Satuan Narkoba Polres Jakarta Utara menggrebek pabrik minuman keras (miras) oplosan berkedok jual beli barang bekas di Jalan Rawa Sengon RT05/22, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dari lokasi petugas mengamankan 4 pelaku berikut pemilik pabrik.

Keempat pelaku adalah Ric (pemilik tempat produksi miras), Baim (meracik miras dan mengisi bahan tersebut ke toren), Krisostomus Nembe (menempel striker merek miras dan pres tutup botol), dan Soldier Silaban (sopir mengantar hasil produksi untuk dijual).

Selain itu juga menyita 63 dus miras merek anggur merah cap orangtua siap edar berikut bahan dan alat untuk meracik miras, yaitu jerigen isi caramel, 3 jerigen kosong arak, dan alkohol. 2 ribu botol kosong.

Kemudian, 2 tangki torn kosong berikut tangki torn berisi setengah miras siap edar. Alat pres tutup botol, label anggur ginseng, label anggur kuda mas dan label brendy.

Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono mengatakan kegiatan pabrik miras oplosan tersebut sudah berlangsung 2 bulan. “Jadi awalnya pabrik miras ini kerjasama pemiliknya Ric dengan Sy (DPO) dengan sistem bagi hasil. Jadi yang melanjutkan produksi miras ini pelaku Ric,” kata Dwiyono, Jumat (13/10).

Hasil produksi miras oplosan itu pemilik miras sudah 5 kali menjual miras tersebut ke pelaku LS (DPO) di daerah Tanah Tinggi Jakarta Pusat. “Lima kali pengiriman miras itu sebanyak 140 dus dengan harga jual perdusnya Rp 225 ribu. Selama dua bulan mereka jual miras dapat keuntungan Rp 15 juta,” ujar Dwiyono didampingi Kasat Narkoba AKBP Dermawan Karo Sekali.

Dikatakan, dari keterangan pelaku miras yang diproduksi tersebut dibuat sesuai dengam permintaan pelaku LS kemudian diedarkan olehnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

“Kasus ini masih kami lakukan pengembangan. Pengungkapan ini merupakan hasil informasi masyarakat yang curiga dengan kegiatan didalam gudang rongsokan barang bekas,” ucapnya.

Pengungkapan miras tersebut pada Kamis (12/10) malam. Saat menerima informasi ada pabrik miras oplosan, tim sat narkoba langsung melakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan ternyata benar, petugas langsung melakukan penggrebekan di lokasi. Karyawan pabrik miras yang sedang meramu miras oplosan hanya bisa diam saat digiring petugas begitujuga pemilik pabrik.

Petugas lalu menggeledah isi pabrik dan menemukan miras oplosan jenis anggur merah siap jual, alat dan bahan untuk membuat miras. Bersama 4 pelaku barang bukti miras tersebut dibawa ke Mapolres Jakarta Utara untuk diproses lebih lanjut.

Atas perbuatannya para pelaku dijerat pasal 140 UU RI No 18 Tahun 2012 tentang pangan dan Pasal 86 ayat 2 dengan ancaman 2 tahun penjara dan denda Rp 4 miliar. (ilham/win)