Tuesday, 12 December 2017

Pakai Jam Tangan ‘Rasuah’ Tidakkah Merasa Gelisah?

Jumat, 13 Oktober 2017 — 7:03 WIB
novanjam

JAM tangan itu sesungguhnya sekedar alat penanda waktu. Tapi di era gombalisasi ini, bisa juga berubah jadi penanda korupsi. Ketua DPR Setya Novanto yang “mantan” tersangka KPK dalam kasus e-KTP, jadi sorotan publik gara-gara pakai jam tangan mewah Richard Mille. KPK kini mencurigai bahwa jam itu dari ‘hasil rasuah’. Bila dugaan itu benar, adakah Setya Novanto merasa gelisah mengenakannya?

Anak-anak bangsa yang bermasa kecil tahun 1970-an mungkin pernah mengenakan jam tangan permen. Bentuknya menyerupai jam tangan, tapi jika si bocah sudah bosen bisa diemut atau bahkan dikremus. Namanya juga permen. Anak-anak sekarang yang alat permainannya serba modern, pasti tidak mengenalnya.

Mungkin Setya Novanto di masa kecilnya juga mengenakan jam permen itu. Tapi puluhan tahun
kemudian, dia telah berhasil mengenakan jam tangan mewah merk Richard Mille. Harganya bisa mencapai Rp1,8 miliar. Jam tersebut menjadi sangat mahal, karena di seluruh dunia hanya diproduksi 30 buah. Di Pasar Baru, apalagi K-5 depan UKI Cawang, dijamin tidak ada itu barang.

Ketika mengunjungi AS bersama Fadli Zon dan bertamu ke Donald Trump saat nyapres, Setya Novanto mengenakan jam tangan mewah itu. Begitu pula saat meresmikan proyek alun-alun demokrasi di DPR, Setya Novanto juga mengenakan jam yang sama. Para anggota dewan dan pers pun tak ngeh akan penampilan Setya Novanto yang luar biasa itu.

Padahal saat Jenderal Moeldoko yang saat itu jadi Panglima TNI, dia jadi sorotan pers luar negeri gara-gara pakai juga jam tangan Richard Mille. Tapi Penglima menepis apa yang diberitakan pers Singapura. Jam tangan Richard Mille yang dikenakan hanya bikinan China, sehingga harganya hanya sekitar Rp5 jutaan. Karena wartawan seakan tak percaya akan kepalsuan jam tersebut, langsung saja dibantingnya, pyarrrr…

Apakah jam Richard Mille yang dikenakan Setya Novanto juga palsu? Yang jelas berdasarkan penelusuran KPK, jam tersebut diduga pemberian Johanes Marliem salah satu kontraktor proyek e-KTP dari AS. Jam itu diberikan pada Setya Novanto lewat Andi Narogong. Pengacaranya boleh saja membantah, tapi begitulah kata KPK.

Bila benar jam Setya Novanto tersebut bagian dari korupsi, adakah Ketua DPR itu gelisah saat mengenakannya? Tapi jika dirunut dari foto-foto Setya Novanto selama ini, tak satupun yang menunjukkan dia tertawa lebar. Pasti selalu terlihat tertawa yang setengah-setengah, jika tak mau disebut: nyengir! Sepertinya dia sedang memendam masalah berat. Jangan-jangan salah satunya karena jam Richard Mille itu. -slontrot