Saturday, 18 November 2017

Peringatan Hari Nasional Spanyol Dibayang-bayangi ‘Krisis Kemerdekaan’ Catalunya

Jumat, 13 Oktober 2017 — 0:11 WIB
Sekelompok pendemo sempat bentrok di Barcelona (reuters)

Sekelompok pendemo sempat bentrok di Barcelona (reuters)

SPANYOL- Peringatan Hari Nasional Spanyol tahun ini tampaknya bukan merupakan peringatan tahunan seperti biasa karena dibayang-bayangi keingingan kemerdekaan Catalunya.

Dihadiri oleh Raja Felipe dan Perdana Menteri, Mariano Rajoy, peringatan di ibu kota Madrid, Kamis (12/10) menjadi penegasan bagi persatuan Spanyol, yang berlangsung 11 hari setelah referendum kemerdekaan Catalunya.

Sehari sebelumnya PM Rajoy memberi waktu lima hari bagi para pemimpin Catalunya untuk menegaskan apakah mereka menyatakan kemerdekaan atau tidak.

Hasil referendum yang digelar pada Minggu (01/10) -yang ditentang keras oleh pemerintah pusat di Madrid- menunjukkan 92,1% suara memilih kemerdekaan namun dengan tingkat partisipasi yang tergolong rendah, sekitar 43%.

Parade militer besar-besaran digelar di Madrid untuk memperingati Hari Nasional Spanyol, yang merupakan peringatan atas tibanya Christopher Columbus di Amerika tahun 1492 lalu.

Sementara berbagai acara digelar di tempat-tempat lain pada hari libur nasional ini

PM Rajoy memperingatkan jika Presiden Catalunya, Carles Puigdemont, memang sudah mengukuhkan pemisahan diri Catalunya dari Spanyol, maka dia harus menarik deklarasi kemerdekaan sebelum Kamis (19/10) pekan depan.

Jika ultimatum tersebut tidak dipenuhi, maka pemerintah pusat dapat menghidupkan Pasal 155 Undang-Undang Dasar yang membatalkan otonomi wilayah Catalunya serta menerapkan pemerintahan langsung dari pusat.

Selama ini Spanyol belum pernah menggunakan pasal tersebut.

Demokrasi Spanyol, menurut PM Rajoy, sedang menghadapi krisis terburuk dalam waktu 40 tahun belakangan ini.

Upaya kemerdekaan Catalunya ini ditentang oleh beberapa perusahaan besar, yang menyatakan akan memindahkan kantor pusatnya dari Catalunya, jika salah satu wilayah paling makmur di Spanyol itu menyatakan kemerdekaan.

Sementara Uni Eropa sudah menegaskan bahwa Catalunya yang merdeka tidak akan menjadi bagian dari mereka lagi.

Perayaan Hari Nasional tahun ini juga dibayang-bayangi dengan tuduhan aparat keamanan Spanyol yang dituduh oleh beberapa pegiat hak asasi menggunakan kekuatan yang berlebihan saat berupaya mencegah berlangsung referendum di Catalunya, Minggu 1 Oktober lalu.

Lembaga hak asasi di Amerika Serikat, Human Rights Watch, mendesak pemerintah Spanyol melakukan ‘penyelidikan secara efektif’ atas yang terjadi saat referendum Catalunya, yang menurut Mahkamah Konstitusi Spanyol adalah ilegal. (BBC)