Thursday, 14 December 2017

Jaringan Malaysia

Polres Pelabuhan Sita 30 Kg Sabu Dicampur Ikan Asin

Jumat, 13 Oktober 2017 — 14:47 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya didampingi Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Eko Hadi Santoso menunjukkan barang bukti shabu. (ilham)

Kabid Humas Polda Metro Jaya didampingi Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Eko Hadi Santoso menunjukkan barang bukti shabu. (ilham)

JAKARTA (Pos Kota) – Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengamankan 30 kg sabu di dalam kotak dicampur ikan asin di Terminal kedatangan penumpang PELNI Pelabuhan Tanjung Priok. Dua kurir diamankan di tempat terpisah, Fitri, 32 ditangkap di dalam terminal Pelni. Sedangkan Aming 48 di Bandara Soekarno Hatta.

“Awalnya narkoba itu ditinggal dekat tong sampah di terminal kedatangan penumpang. Pelaku sepertinya ketakutan karena merasa tidak aman dengan banyaknya petugas dan alat deteksi sinar x-ray,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono didampingi Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Eko Hadi Santoso, Jumat (13/10/2017).

Dikatakan, sabu seberat 10 kg yang ditinggal didekat tong sampah itu tidak bertuan. Petugas kemudian menunggu pemilik barang tersebut namun tidak ada yang datang. Penemuan shabu tersebut membuat polres pelabuhan memperketat pengamanan di terminal kedatangan penumpang.

Hasilnya, pada Rabu (4/10) petugas kembali berhasil menggagalkan 20 kg shabu dibawa kurir Fitri turun di terminal kedatangan dari Tanjung Pinang ke Pelabuhan Tanjung Priok. Shabu tersebut dibungkus lalu dicampur dengan ikan asin.

“Dari hasil penyelidikan shabu tersebut berasal dari Malaysia dibawa lewat perantara kurir dan pelaku Fitria yang membawanya dari Tanjung Pinang ke Terminal Pelabuhan Tanjung Priok,” kata Argo.

Kapolres Pelabuhan kemudian membentuk Satgas Narkotika mengejar jaringan narkoba tersebut. Petugas lalu melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan pelaku lainnya, Aming yang merupakan warga negara Malaysia. Ia ditangkap petugas di Bandara Soekarno Hatta yang akan melarikan diri ke Malaysia.

“Pelaku ini berusaha melarikan diri ketika mengetahui teman perempuannya ditangkap. Saat ini kasusnya masih dalam pengembangan dan pengejaran tersangka lainnya. Kita berkoordinasi dengan instansi lain seperti BNN dan Polda Metro Jaya karena berkaitan dengan jaringan luar negeri,” tukasnya.

Adapun tersangka lainnya yang masih dalam pengejaran ada tiga yakni pengendali jaringan berinisial CSO dan penerima barang berinisial KLN merupakan warga negara Malaysia, serta pemantau atau pengawas CHR dan CRN, WNI.
(ilham/sir)