Friday, 20 October 2017

Rumah DP 0 Persen Janji Anies- Sandi Paling Dinanti

Jumat, 13 Oktober 2017 — 1:44 WIB
Anies-Sandi saat  fitting pakaian dinas Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta beberapa hari lalu.  (julian)

Anies-Sandi saat fitting pakaian dinas Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta beberapa hari lalu. (julian)

JAKARTA (Pos Kota) – Berbagai janji telah dilontarkan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (Anies-Sandi) saat kampanye Pilkada DKI beberapa bulan lalu. Salah satu yang dinantikan janji mewujudkan warga memiliki hunian dengan DP 0 persen.

Penantian ini sangat wajar, mengingat tingginya harga rumah di Ibukota. Berdasarkan data tim Anies-Sandi hampir 60 persen warga Jakarta belum memiliki rumah lantaran tak mampu membayar uang muka alias DP.

“Pasti program DP rumah 0 persen yang paling saya nantikan. Semoga itu bukan hanya sekedar janji. Siapa yang tidak mau memiliki rumah di Jakarta,” ujar Rendi, 30, karyawan swasta, saat ditemui Pos Kota, Kamis (12/10).

Hal yang sama diutarakan Yanti, 25, warga lainnya. Di tengah tingginya harga properti, janji kampanye Anies-Sandi menyediakan hunian tanpa DP menjadi angin segar bagi warga yang memiliki ekonomi menengah. “Mudah-mudahan bukan hanya sekadar janji,” ucapnya.

Sebelumnya Ketua Fraksi PPP DPRD DKI Jakarta, Maman Firmansyah mengatakan, kebijakan DP 0 persen untuk pembelian rumah di Jakarta sangat memungkinkan direalisasi. Namun program tersebut, harus didukung penuh melalui sistem anggaran yang ada.

“Kenapa saya bilang realistis? Karena APBD DKI Jakarta itu besar sekali, tiap tahunnya di atas Rp 70 triliun,” ujar Maman di kantor DPW PPP DKI, Jl I Gusti Ngurah Rai, Klender, Jaktim, Kamis (12/10).

Bahkan dalam beberapa tahun belakangan ini, banyak anggaran yang tak terserap. “Nah, kalau sebagian anggaran itu dimaksimalkan untuk membangun rumah susun sederhana milik (rusunami) lalu dijual kepada masyarakat, maka hal itu sangat masuk akal,” kata Maman. “Jadi, rumah yang dijual itu dalam bentuk rusunami dengan harga terjangkau dan tanpa uang muka.”

Hanya saja, dalam pendistribusian rumah murah ini harus tepat sasaran. “Artinya gubernur dibantu unit terkait, seperti Dinas Perumahan DKI Jakarta bisa membangun rusunami yang nyaman dan lokasi strategis. Program ini hanya berlaku bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” sambung Maman.

Menurutnya, anggaran triliunan rupiah tersebut bisa digunakan membeli tanah sekaligus membangun rusunami yang nantinya dijual kepada MBR. Sedangkan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) khusus diperuntukkan bagi warga yang terdampak program penggusuran.

Sebelumnya saat Pilkada DKI beberapa bulan lalu, Anies-Sandi berjanji menyediakan hunian dengan DP 0 persen. Bahkan Sandi berkali-kali menegaskan tidak akan mengecewakan masyarakat Jakarta terkait kebijakan tersebut. “Kita tidak akan menyimpang dan kita akan hadirkan setelah Oktober,” tegasnya.

Dalam website Jakartamajubersama.com tercantum target penerima manfaat program hunian DP 0 rupiah. Salah satu syaratnya adalah warga kelas menengah ke bawah yang berpenghasilan total rumah tangga maksimal hingga Rp 7 juta/bulan.

Selain itu, pekerja informal yang selama ini kesulitan untuk mendapatkan fasilitas kredit juga menjadi sasaran program DP 0 rupiah. Berikut ketentuan warga yang berhak mendapat rumah DP 0 Rupiah berdasarkan website Jakartamajubersama.com.

– Warga DKI Jakarta (dibuktikan dengan KTP)

– Warga kelas menengah ke bawah, dengan penghasilan total rumah tangga sampai sekitar Rp.7 juta/bulan, dan belum memiliki properti sendiri.

– Termasuk para pekerja informal yang selama ini kesulitan untuk mendapatkan fasilitas kredit, karena tipe penghasilan yang tidak tetap seperti pekerja formal.

Prioritas pertama yang menjadi sasaran program adalah mereka yang telah menjadi warga Jakarta dalam jangka waktu tertentu (misalnya lima tahun, dibuktikan dengan sejak kepemilikan KTP DKI), untuk menghindari adanya “warga Jakarta dadakan” demi mendapatkan program rumah dengan DP 0.persen. (joko/ruh/st)