Monday, 24 September 2018

Menanti Janji Anies-Sandi

Sabtu, 14 Oktober 2017 — 6:10 WIB

BALAIKOTA DKI Jakarta tampak lebih dipercantik secara fisik untuk menyambut kehadiran pasangan Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno. Mulai Senin, 16 Oktober 2017, Anies dan Sandi akan berkantor di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017 -2022.

Mempercantik ruangan kerja gubernur dan wakil gubernur baru sudah sepantasnya, sepanjang masih dalam batas kewajaran tanpa menyedot banyak anggaran.

Yang lebih utama lagi adalah mempercantik kebijakan sehingga janji kampanye dapat segera diaplikasikan dalam program kerja, tanpa perlu menunggu batas waktu penganggaran tahun depan.

Ini menjadi penting mengingat penyusunan APBD tahun 2017 sudah disahkan jauh hari sebelum Anies-Sandi menjabat. Menjadi hanbatan tersendiri tentunya, jika 23 program kerja pasangan Anies-Sandi yang sudah dikampanyekan, belum masuk dalam penganggaran.

Kita berharap kebuntuan dapat teratasi selagi dapat dijalin komunikasi intensif dan harmonis dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD) dan unit-unit kerja yang ada di pemprov DKI. Tak kalah pentingnya membina kemitraan dengan DPRD guna memuluskan penganggaran.

Tidak bisa dipungkiri kelancaran program kerja memerlukan dua dukungan, yakni tersedianya anggaran dan dukungan politik.

Itu pula sebabnya jauh hari sebelumnya pasangan Anies-Sandi membentuk tim sinkroniasasi yang diketuai mantan Menteri ESDM, Sudirman Said.Tujuannya menjabarkan visi dan misi Anies-Sandi untuk masuk ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Hasilnya, dari 23 janji kerja Anies-Sandi, diterjemahkan menjadi 167 program. Kemudian 527 kegiatan yang dibagi ke 14 bidang RKPD.

Selagi program yang dirumuskan tim sinkronisasi sudah teraspirasi atau sejenis dengan program sebelumnya, akan mudah dipadukan dalam pelaksanaannya. Yang menjadi soal jika program tersebut benar –benar baru sehingga belum pernah ada dalam penganggaran sebelumnya.
Jika itu yang terjadi, maka anggaran perubahan yang akan menjadi pedoman pelaksanannya.
Meski tertunda dalam pelaksanaan, tetapi ini lebih baik ketimbang program tidak berjalan.
Di sinilah pentingnya skala prioritas pelaksanaan program guna memenuhi janji kampanye. Sedikit saja ingkar janji, kepercayaan masyarakat akan tuntuh, apalagi secara terbuka Anies Baswedan telah meminta kepada masyarakat untuk mengingatkan, jika ada janji yang belum dipenuhi.

Kepada Pak Anies dan Pak Sandi, selamat memimpin Jakarta, semoga tetap amanah. (*).