Thursday, 23 November 2017

Walikota Jakarta Pusat : Lewat KIE Kreatif Pemuda Bisa Kreatif

Sabtu, 14 Oktober 2017 — 21:36 WIB
Walikota Mangara meresmikan Pos PPKPA di RPTRA Harapan Mulia, Kemayoran. (joko)

Walikota Mangara meresmikan Pos PPKPA di RPTRA Harapan Mulia, Kemayoran. (joko)

JAKARTA (Pos Kota) – Kegiatan pembekalan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif di Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Kemayoran, dibuka oleh Walikota Jakarta Pusat Mangara Pardede.

“Semoga program ini benar-benar bermanfaat bagi peserta, terutama kalangan remaja sebagai generasi penerus,” ujarnya di RPTRA Harapan Mulia, Sabtu (14/10).

Pembekalan bagi anak muda itu dihadiri sejumlah pejabat Pemkot Jakarta Pusat, tokoh warga, kader PKK, RT/RW, LMK, dan kawula muda, termasuk anggota Karang Taruna.

“KIE Kreatif merupakan ajang interaksi kawula muda untuk saling berkomunikasi, tukar informasi, dan saling belajar secara kreatif,” ujar Mangara yang sekaligus juga mersemikan Pos Pengaduan Kekerasan Perempuan dan Anak (PKPA) di RPTRA itujuga.

Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Dalam masa ini biasanya remaja serba ingin tahu, namun jika tidak hati-hati bisa terjebak pada pergaulan negatif seperti pergaulan seks bebas, merokok, menyalahgunakan narkoba, hingga tindak pidana maupun asusila lainnya.

“Nah, melalui wadah ini, maka calon generasi penerus kita agar semakin bertambah wawasan sehingga menjadi generasi unggul,” papar Mangara. Ia mengajak para remaja untuk memanfaatkan RPTRA sebagai kegiatan positif, termasuk KIE Kreatif.

Mangara mengatakan keberadaan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) terbukti sangat bermanfaat bagi warga, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, sampai lansia. “Semuanya bisa menikmati fasilitas publik ini melalui berbagai kegiatan positif. Banyak sarana yang bisa digunakan dan dilengkapi fasilitas CCTV untuk mendukung keamanan. Keberadaan Pos PPKPA di RPTRA ini bisa dimanfaatkan denganbaik. Jika di lingkungan terjadi kekerasan terhadap perempuan atau anak, bisa dibahas di sini untuk mencari solusi,” harapnya.

Kasudin Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakpus, Erma menambahkan fokus dari pembentukan wadah tersebut untuk memberikan pemahaman kepada remaja tentang kependudukan, keluarga berencana (KB) dan pembangunan remaja.“Kegiatan ini oleh 16 sekolah yang terdiri dari SMA dan SMP serta sederajat.

“Melalui pembekalan ini diharapkan tidak ada lagi remaja melakukan kawin muda, seks bebas, maupun narkoba. Semoga bisa terhindar dari pengaruh negatif yang merugikan diri sendiri maupun keluarga besarnya,” ujar Erma. (joko)