Thursday, 27 June 2019

Don Yuan Tidak Kenal Puas, Kakak Adik Disikat Bersama

Minggu, 15 Oktober 2017 — 6:02 WIB
terlalu

TIDAK mudah mendapatkan dua gadis cantik sekaligus, kakak beradik pula. Tapi Gatot, 34, dari Malang (Jatim) bisa. Dalam seminggu, dua kakak beradik Dewi, 22, dan Murni, 18, bisa digauli bergantian hanya modal rayuan gombal. Tapi Don Yuan cap kampak ini akhirnya tertangkap orangtuanya dan jadi urusan polisi.

Dalam urusan mendapatkan jodoh, tiap lelaki punya bakat masing-masing. Ada yang sampai usia kepala tiga tak kawin-kawin, karena susah mendapatkannya. Tapi sebaliknya, banyak pula yang baru berusia di bawah 25 tahun sudah bisa ngrentengi cewek dengan segala aktivitasnya. Ada yang modal benggol baru dapat bonggol, tapi banyak pula yang modal bacot ceweknya sudah bererot.

Gatot warga Kepanjen Kabupaten Malang, ternyata termasuk lelaki yang berbakat seperti Raden Harjuna dalam kisah perwayangan. Jangankan anak-anak wayang kelas bawah, putri para dewa saja berhasil dipersuntingnya. Padahal yang namanya Harjuna ini, bisanya hanya “nyetrom” doang, habis itu ditinggal pergi sampai kemudian tiba lakon “Si anu takon bapa”, dan seterusnya.

Sebetulnya di rumah Gatot ini sudah punya anak bini. Tapi seleranya akan perempuan begitu tinggi. Bini di rumah dianggapnya “ikan asin” belaka, di mana enaknya ketika perut sudah betul-betul lapar. Kalau bisa, cari di tempat lain, yang bisa menawarkan menu istimewa seperti gudeg ayam komplit dan sop buntut, atau tongseng kambing. Katanya, menu di tempat lain itu rasanya nendang sekali.

Sekitar dua minggu lalu dia kenal dengan gadis cantik namanya Dewi. Lewat ilmu pengasihan miliknya, mungkin Jaran Guyang atau Semar Mesem, dia berhasil dekat dengan gadis asal tetangga desa itu. Begitu dekatnya hubungan itu, Dewi mau saja diajak jalan berdua dan kemudian masuk hotel kelas melati. Nah di sini kehormatan Dewi berhasil direnggutnya beberapa kali.

Lain kali Gatot diperkenalkan pada adiknya, bernama Murni. Wih…..ternyata dia lebih cantik lagi. Ibarat keripik pisang, pasti ini lebih renyah lagi. Di luar sepengetahuan kakaknya tentu saja, Gatot mulai mendekati gadis belia itu. Ternyata Murni juga dengan mudah dibawanya masuk hotel dan berhasil digauli. Seperti kakaknya juga, sekali ngamar diberi uang Rp 300.000,- meski menggaulinya bisa lebih dari sekali.

Demikianlah, kakak beradik Dewi-Murni itu berhasil digaulinya bergantian, seperti lagu kroncongnya Mus Mulyadi tahun 1970-an. Karena saling berkomitmen dengan imbalan Rp 300.000,- kakak beradik itu sama sekali tahu bahwa selama ini telah dijadikan gula-gula oleh Gatot, yang tidak berotot kawat bertulang besi itu.

Yang menangkap firasat buruk itu justru ayah Dewi. Katanya sudah pacaran dengan Dewi, kok sekali waktu dipergoki jalan dengan adiknya. Maka dibuntutilah sampai kemudian masuk hotel. Di sini langsung digerebek. Tak diketahui jelas, apakah saat itu skor masih 0-0 atau sudah 2-0. Yang jelas dari sini terungkap bahwa Gatot memang tak hanya menggauli adiknya, tapi juga kakaknya.

Bingung bagi ayah kedua gadis itu. Bagaimana mungkin Gatot dijadikan mantu, dengan istri dua anaknya sekaligus. Bila dipaksakan juga, kasihan amat dua anaknya dijadikan madu istri pertama Gatot. Ketimbang pusing, kasus ini diserahkan saja ke Polsek Kepanjen. Biar saja lelaki petualang asmara ini merasakan tembok penjara.

Habis anget-angetan, Gatot akan berdingin-dingin di sel. (JPNN/Gunarso TS