Friday, 23 August 2019

Ini Kesetiaan Wawan, 18 Tahun Menemani Sandi Uno di Jalan

Senin, 16 Oktober 2017 — 11:32 WIB
Gunawan sopir Sandiaga Uno.(yendhi)

Gunawan sopir Sandiaga Uno.(yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) – Gunawan Setiyoko akan mengemudikan mobil Nissan X-Trail B 2631 SFC berpenumpang Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Salahudin Uno. Lelaki 44 tahun itu tak canggung mengantar Sandi ke Istana Merdeka untuk menjalani pelantikan oleh Presiden Joko Widodo.

“Kita sudah saling tahu, sudah saling kenal, jadi biasa aja. Kecuali kalau ganti pimpinan mungkin saya canggung,” kata Gunawan di kediaman Sandi di Jalan Pulombangkeng, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, (16/10/2017).

Bagi Sandi, Gunawan memang bukan orang baru. Ia sudah 18 tahun menemani Sandi menempuh jalan-jalan ibukota.

(Baca: Sambut Pimpinan Baru, Pengamanan Balaikota DKI Tampak Santai)

Gunawan juga tak mengkhawatirkan bila nanti kendaraannya terkena kemacetan. Ia tidak mempermaslahkan karena dimata Wawan, panggilan akrab Gunawan, bosnya tersebut tidak pernah marah jika terkena macet di jalan.

“Macet kan wajar, Jakarta kan ya, kayak kampanye aja kita kan pakai pengawal juga, kalau tetap macet ya macet aja terus mau gimana lagi,” tuturnya.

Sejatinya, mobil dinas Sandi, exus hitam bernomor polisi B 1726 RFR, telah datang ke rumah itu. Namun, Anies bersikukuh tetap menggunakan mobilnya.

(Baca: Jelang Pelantikan, Sandi Uno Manicure dan Pedicure Dulu)

Wawan mengaku tak tahu alasan Sandi tak mau menggunkan mobil dinas. Namun, ia menduga karena Sandi telah cocok dengan kendaraan yang dibawanya.

“Oh gitu ya, karena belum ada omongan ke saya kalau untuk sementara kita kesana ke acara (Masjid Sunda Kelapa) bawa mobil sendiri mungkin dari sana disiapkan dari mobil pemda, gimana bapak aja pembicaraan di mobil,” kata dia.

Kepada bapak tiga anak tersebut, Sandi sempat mengaku akan tetap memakai jasa Wawan sebagai sopir pribadinya meski telah menjadi wakil Gubernur DKI Jakarta.

“Intruksi bapak sih kemarin-kemarin bapak tetap pengen saya yang bawa ‘kamu tetap yang bawa saya’ bagaimanapun bapak lebih cocok ke saya mungkin ya, jadi untuk ke yang lain harus tau sifatnya. Menurut saya, sopir sih sama saja tapi kan bapak harus adaptasi dulu kan dengan yang baru, mungkin ada hal-hal yang mereka belum tahu dan yang nggak boleh tahu harus dibatasi,” tandasnya. (yendhi/yp)