Monday, 19 August 2019

Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Amankan Dua WN Pakistan

Selasa, 17 Oktober 2017 — 18:05 WIB
Dua WN Pakistan akan dideportasi ke Malaysia

Dua WN Pakistan akan dideportasi ke Malaysia

TANGERANG (Pos Kota) – Petugas Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta, Banten mengamankan sepasang pemuda-pemudi asal Pakistan. Keduanya ditangkap lantaran terbukti menggunakan paspor palsu.

Gulzar Wasif (30) dan Fahira Riaz (25) diamankan saat transit di Bandara Soekarno-Hatta sebelum bertolak ke Vancouver, Kanada menggunakan pesawat China Airlines CI672.

Kepala Kantor Imigrasi Bandara Soetta, Enang Syamsi mengatakan, kedua WNA ini tiba di Indonesia menggunakan pesawat Lion Air JT-285, Selasa (17/10/2017). Namun saat diperiksa, petugas mencurigai data yang ada di paspor tidak sesuai.

“Ketika mereka datang ke konter imigrasi, petugas kami menemukan kejanggalan pada halaman biodata dan dilakukan ke petugas lainnya untuk dilakukan wawancara lebih dalam,” kata Enang, Selasa (17/10/2017).

Petugas kemudian melakukan pendalaman terhadap paspor UK tersebut. Kejanggalan pun ditemukan. Halaman biodata paspor tak seperti biasanya.

“Ketebalan lembaran biodata tidak seperti biasanya, dan potongan di sisi halaman tersebut juga tidak rata. Kalau tanda atau cap pendaratan dan cap bertolak pada paspor itu diduga palsu,” ungkap Enang.

Enang melanjutkan, dalam paspor yang dibawa WN Pakistan itu terdapat tanda tangan pemilik. Namun ketika petugas meminta keduanya untuk mengulang tanda tangan dan hasilnya terlihat sangat jauh berbeda.

Tak mau kecolongan, petugas kemudian menggeledah barang bawaan keduanya. Paspor yang dikeluarkan negara Pakistan berhasil ditemukan dalam tas mereka.

“Setelah itu, kami menggeledah isi barang bawaan dan kontak serta foto di dalam handphone WNA tersebut. Kami menemukan paspor Pakistan di dalam koper yang berangkutan dan menemukan cap kedatangan dan keberangkatan yang asli,” kata Enang.

Kepada petugas, WNA tersebut mengaku mendapatkan paspor UK palsu dari seorang WN India yang berada di Malaysia. Akibat perbuatannya itu, pihak Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta terpaksa mendeportasi mereka ke tujuan semua, Yakni Malaysia.
“Indonesia hanya dijadikan tempat transit. Setelah dilakukan koordinasi, diputuskan untuk melakukan penolakan pemberian izin masuk dan memulangkan yang bersangkutan ke embarkasi awal yaitu Kuala Lumpur dengan pesawat Lion Air JT-286,” tandasnya. (imam)