Wednesday, 19 September 2018

Anies-Sandi Kembali Didemo, Buruh Tagih Janji Kenaikan UMP

Rabu, 18 Oktober 2017 — 13:59 WIB
Buruh yang tergabung dalam KSBSI menggelar demo, tagih janji Anies-Sandi naikkan UMP.(ikbal)

Buruh yang tergabung dalam KSBSI menggelar demo, tagih janji Anies-Sandi naikkan UMP.(ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Di hari kedua Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta bekerja, Balaikota kembali di demo. Setelah dituntut janji soal penghentian reklamasi, kini Anies Baswedan dan Sandiaga Uno ditagih janji oleh massa buruh.

Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) menggelar aksinya untuk menuntut peningkatan kesejahteraan buruh.

Buruh menuntut Anies dan Sandi untuk menunaikan janji kampanye dengan menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP). Pasalnya peraturan besaran UMP DKI Jakarta berada di tangan gubernur.

“Karena janji adalah utang. Pak Gubernur yang terhormat, kami KSBSI datang menagih janji Bapak karena ini memasuki bulan-bulan penetapan UMP 2018,” kata Alson Naibahu, Ketua DPC Kami Parho saat orasi di Balaikota, Rabu (18/10/2017).

Alson yang juga ketua tim survei KSBSI melakukan penelitian di pasar untuk merumuskan nilai layak UMP. Survei itu, kata Alson, dihitung berdasarkan 60 komponen dasar untuk hidup layak. Dari survei KSBSI ditentukan UMP 2018 sebesar Rp 4.152.289.

Diketahui, saat iniĀ  UMP di Jakarta pada 2017 sebesar Rp 3.355.750. Angka ini naik 8,25 persen dari UMP 2016 yang sebesar Rp 3,1 juta.

“Kami berharap janji beliau bukan sekadar janji. Kami tidak mau punya gubernur yang cuma janji politik, janji kampanye,” tandas Alson. (ikbal/tri)