Monday, 19 November 2018

Untuk Capres 2019, Jokowi dan Prabowo Masih Paling Kuat

Minggu, 22 Oktober 2017 — 0:30 WIB
Jokowi dan Prabowo  (dok)

Jokowi dan Prabowo (dok)

JAKARTA (Pos Kota) – Elektabilitas Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto masih berada di atas tokoh-tokoh lainnya dalam bursa Pilpres 2019.

Direktur Indo Barometer M Qodari mengatakan, kedua calon tersebut masih yang terkuat untuk Pemilihan Presiden 2019. “Kalau bicara elektabilitas per hari ini masih mengerucut ke Pak Jokowi dan Pak Prabowo,” kata Qodari, Sabtu (21/10).

Menurut Qodari, ada indikator yang membuat calon tersebut dapat maju di Pilpres 2019, yaitu punya partai politik dan elektabilitas figur. Ada dua indikator yang pertama punya partai atau tidak, yang kedua punya elektabilitas atau tidak.

Kalau bicara menurut Qodari siapa yang punya partai masih dilihat dari hasil Pemilu. Makin besar partainya makin berpeluang.

Indikator merilis hasil survei terhadap elektabilitas sejumlah tokoh yang dianggap berpotensi maju sebagai capres di Pemilu 2019. Jokowi dan Prabowo masih di urutan teratas. Survei dilakukan dengan delapan nama kandidat capres. Responden hanya tinggal memilih saja pilihan yang disediakan oleh Indikator.

Dalam survei tersebut Jokowi mendapat 54,6 persen, disusul Prabowo 24,8 persen, Anies Baswedan 3,1 persen, Agus 2,9 persen, Gatot 2,8 persen, Tito Karnavian 1,2 persen, Soekarwo 0,6 persen dan Sri Mulyani 0,4 persen.

Ketika dilakukan simulasi head to head seperti Pilpres 2014 lalu, Jokowi mendapatkan 58,9 persen suara responden. Sementara Prabowo mendapatkan 31,3 persen.

Sementara itu survei Indikator Politik Indonesia untuk Golkar, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masuk peringkat tiga besar, diikuti dengan nama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk calon Wapres Jokowi tahun 2017. Partai Golkar pun mengaku akan mengkaji nama-nama tersebut untuk menjadi calon pendamping Jokowi pada 2019 mendatang.(rinaldi/fs/ird)