Monday, 19 August 2019

Paripurna Istimewa DPRD, Sandi: Gak Ada yang Bilang Itu Haram

Senin, 23 Oktober 2017 — 9:50 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.(ikbal)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.(ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta rapat paripurna istimewa menjadi menjadi agenda prioritas Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI.

Dalam rapat paripurna itu akan disampaikan pidato politik Gubernur DKI Anies Baswedan yang merupakan citra kinerja selama 5 tahun.

Hingga minggu ke dua kepemimpinan, DPRD belum juga menggelar paripurna istimewa karena silang pendapat antara Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi dengan Wakil Ketua DPRD. Padahal sesuai aturan paripurna istimewa dilaksanakan paling lambat 14 hari setelah pelantikan. Prasetyo menilai tidak ada kewajiban DPRD menggelar paripurna istimewa karena tidak diatur dalam tata tertib DPRD.

“Kami menunggu paripurna dan ini minggu kedua kami bertugas. Jadi harus menjadi prioritas karena DPRD itu mitra kita, mitra pemerintah ke depan. Dan kami ingin memulai sesuatu dengan silaturahmi,” katanya di Balaikota DKI, Senin (23/10/2017).

Lebih lanjut, Sandi mendesak agar paripurna istimewa segera dilakukan. Terlebih Kementerian Dalam Negeri juga sudah meminta agar DPRD DKI Jakarta untuk menggelar paripurna istimewa.

“Saya mendapat pesan dari kantor Kemendagri, wajib itu. Ada yang bilang wajib ada yang bilang sunnah. Tapi nggak ada yang bilang haram dan nggak ada yang bilang makruh. Jadi, bagi saya dan bagi Pak Anies, kalau sunnah kan sebaiknya dilakukan,” pungkas Sandi.

(ikbal/sir)