Thursday, 19 September 2019

Akibat Turbulensi Batik Air, Satu Penumpang dan Pramugari Masih Dirawat

Rabu, 25 Oktober 2017 — 19:17 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Satu penumpang dan satu pramugari mengalami patah tulang kaki dan tulang belakang akibat guncangan kuat atau ‘clear air turbulance” pesawat hingga kini masih dirawat di rumah sakit.

Keterangan manajemen Batik Air menyebutkan penumpang atas nama Hoen Tjeng Ke mengalami patah tulang belakang dan awak kabin atas nama Sasi Yuni Triastuti mengalami patah kaki.

Kedua korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit Grand Medistra untuk dilakukan perawatan lanjutan setelah sebelumnya sempat.

Sebanyak 114 penumpang dan 7 awak kabin Batik Air PK-LBY jenis Boeing 737-800 NG dengan nomor penerbangan ID 6890 berangkat dari Bandara Internasional Soekarno – Hatta pukul 15.00 WIB menuju Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang.

Pada saat sedang terbang di wilayah udara Kabupaten Tobasa mengalami goncangan yang cukup kuat dalam cuaca yang tidak berawan atau dikenal dengan istilah ”Clear Air Turbulance” .

Clear Air Turbulance (CAT) adalah jenis goncangan yang kejadiannya tidak terkait dengan kehadiran awan. Pesawat terbang biasanya mengalami guncangan saat melintas daerah berawan dan jarang mengalami guncangan pada saat terbang di cuaca tidak berawan.

Namun tidak dengan CAT, pesawat justru mengalami goncangan pada ruang udara yang tidak berawan dan tanda-tanda untuk kejadian seperti ini belum dapat dideteksi oleh instrument pesawat.

Pesawat yang dipiloti Capt. Rizky Nusa akhirnya bisa mendarat dengan baik dan sempurna di Bandara Internasional Kualanamu pada pukul 17.20 WIB.

Pada saat pesawat mendarat diketahui ada satu orang penumpang dan satu orang awak kabin mi cedera, sedangkan penumpang dan awak pesawat lainnya dalam kedaan sehat walafiat.

Kedua korba sempat dibawa ke Klinik Kesehatan Bandara, setelah dilakukan pengecekan oleh Dokter Kesehatan Bandara namun pramugari dan penumpang mengalami patah tulang.

Sedangkan penumpang lainnya setelah mengambil bagasi masing-masing langsung meninggalkan Bandara Kualanamu.

Sebagai bentuk jaminan dan pelayanan dalam menjaga keselamatan dan keamanan, serta kenyamanan penumpang manajeman Batik Air berjanji akan menangani secara maksimal terhadap pelanggan dan awak kabin yang mengalami cedera akibat hal ini. (dwi)